Bisnis / Energi
Senin, 23 Maret 2026 | 09:02 WIB
Ilustrasi harga BBM. [Pertamina]
Baca 10 detik
  • Harga BBM nasional di berbagai SPBU Pertamina terpantau stabil sejak Maret 2026 meskipun tensi geopolitik global sedang memanas.
  • Stabilitas harga BBM ini juga diikuti oleh SPBU swasta seperti Shell, bp, dan Vivo Energy di tengah tantangan pasar global.
  • Kondisi ini berdampak positif menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan sektor bisnis yang bergantung pada biaya transportasi.

Suara.com - Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat arus balik Idul Fitri 2026, kabar baik datang dari sektor energi.

Harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai SPBU nasional terpantau tetap stabil sejak awal Maret, meski tensi geopolitik global sedang memanas.

Stabilitas ini terjadi di tengah konflik internasional yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran—yang biasanya berdampak langsung pada fluktuasi harga energi dunia.

Harga BBM Pertamina Tetap Terkendali

Berdasarkan data resmi Pertamina, harga BBM di wilayah Jakarta tidak mengalami perubahan sejak awal Maret 2026, dilansir dari laman Antara, Senin (23/3/2026).

Beberapa di antaranya:

  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Solar subsidi: Rp6.800/liter
  • Pertamax: Rp12.300/liter
  • Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
  • Pertamax Green: Rp12.900/liter
  • Dexlite: Rp14.200/liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500/liter
Ilustrasi salah satu SPBU Swasta di Jakarta. [Suara.com/Yaumal]

Kondisi ini menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama saat kebutuhan perjalanan meningkat drastis.

SPBU Swasta Ikut Stabil Meski Ada Tantangan

Tidak hanya Pertamina, harga BBM di SPBU swasta seperti Shell, bp, dan Vivo Energy juga terpantau stabil.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Membludak, Menhub Sarankan Mudik Balik Lebih Awal

Untuk SPBU Shell, harga BBM seperti Shell Super berada di kisaran Rp12.390/liter dan V-Power Diesel Rp14.620/liter, meskipun sempat diwarnai isu keterbatasan stok.

Sementara itu, BP dan Vivo menunjukkan tren serupa:

  • BP Ultimate: Rp12.930/liter
  • BP 92: Rp12.390/liter
  • BP Ultimate Diesel: Rp14.620/liter
  • Revvo 92 (Vivo): Rp12.390/liter
  • Revvo 95: Rp12.930/liter
  • Diesel Primus: Rp14.610/liter

Menariknya, kestabilan harga ini terjadi saat pasar energi global menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik. Biasanya, kondisi seperti ini mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia yang berimbas ke harga BBM domestik.

Namun, Indonesia tampaknya mampu menjaga stabilitas melalui kebijakan energi dan distribusi yang terkontrol.

Stabilnya harga BBM menjadi angin segar bagi sektor bisnis, terutama logistik, transportasi, dan pariwisata yang sangat bergantung pada biaya bahan bakar.

Situasi ini sekaligus menunjukkan ketahanan sektor energi nasional dalam menghadapi tekanan global, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik tetap stabil.

Load More