- Baru 20 SPBU Jabodetabek pakai VRS; ESDM kaji jadi syarat izin demi kesehatan warga.
- Penguapan BBM rugikan negara Rp3,8 T; teknologi VRS mampu ubah uap jadi bensin kembali.
- Harga alat VRS capai Rp600 juta; Pemerintah dorong produksi lokal agar investasi lebih murah.
Suara.com - Isu kesehatan lingkungan di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali menjadi sorotan tajam. Pasalnya, paparan uap bahan bakar atau Volatile Organic Compounds (VOCs) yang menyengat di SPBU tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
Dalam diskusi publik yang digelar Aliansi Jurnalis Video (AJV) di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), terungkap bahwa teknologi Vapor Recovery System (VRS) yang mampu menangkap uap beracun tersebut baru terpasang di 20 titik SPBU wilayah Jabodetabek.
Brigitta Manohara, yang hadir dalam diskusi tersebut, membeberkan angka yang fantastis terkait penguapan BBM. Menurutnya, uap bensin yang terlepas ke udara bebas setara dengan kerugian ekonomi sekitar Rp3,8 triliun per tahun secara nasional.
"Jika uap itu bisa ditangkap dan dikondensasikan kembali menjadi bahan bakar, selain mengurangi pencemaran, kita juga bisa mengembalikan nilai ekonominya," ujar Brigitta.
Ahli pemasangan VRS, Baidi, menjelaskan bahwa alat ini mampu menangkap 75–80 persen uap VOCs. Teknologi asal Korea Selatan ini bekerja dengan menyuling kembali uap menjadi cairan BBM dalam waktu 30 hingga 60 menit. Namun, harganya memang tidak murah, yakni mencapai Rp600 juta per unit.
Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr. Angga Wira, menyatakan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap isu ini. Mengingat, kandungan uap seperti benzena bersifat karsinogen atau pemicu kanker.
"Kementerian ESDM akan memfasilitasi diskusi lebih lanjut dengan Direktur Teknik Lingkungan. Kami akan kaji apakah (VRS) ini nantinya bisa menjadi bagian dari standar atau persyaratan dalam penerbitan perizinan SPBU," ungkap Angga.
Meski demikian, Angga memberikan catatan mengenai beban investasi. Mengingat harga alat yang mencapai 10 persen dari total investasi SPBU, pemerintah mendorong adanya produksi lokal agar harga lebih terjangkau bagi para pengusaha SPBU yang marginnya kian menipis.
Langkah ini diharapkan menjadi transisi nyata menuju SPBU yang lebih ramah lingkungan (Go Green) sekaligus melindungi pekerja dari risiko neurotoksin dan gangguan saraf akibat paparan gas buang.
Baca Juga: Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan ke AS, Pasokan Dijamin Aman
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis