- KAI mencatat lonjakan penumpang Angkutan Lebaran 2026, dengan puncak okupansi jarak jauh mencapai 150,7 persen pada 22 Maret 2026.
- Hingga 23 Maret 2026, total 4.028.839 tiket Lebaran periode 11 Maret–1 April telah terjual, didominasi KA jarak jauh.
- Okupansi melebihi seratus persen terjadi karena sistem perjalanan dinamis di mana satu kursi dapat dipakai beberapa pelanggan berbeda relasi.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat lonjakan jumlah penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Bahkan, tingkat okupansi kereta api jarak jauh tembus hingga 150 persen, mencetak rekor baru.
Puncak kepadatan terjadi pada 22 Maret 2026 dengan total 242.773 pelanggan atau setara 150,7 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Adapun, hingga 23 Maret 2026 pukul 09.00 WIB, total tiket yang telah terjual mencapai 4.028.839 tiket atau 89,6 persen dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tren penggunaan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret.
"Tren perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan kini memasuki fase arus balik. Masyarakat memanfaatkan kereta api karena lebih nyaman dan terjadwal," ujar Anne seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (23/3/2026).
Pada layanan Kereta Api Jarak Jauh, tiket yang terjual sudah mencapai 3.507.988 tiket atau 98,2 persen dari total kapasitas. Sementara KA Lokal mencatat penjualan 520.851 tiket atau 56,2 persen.
Anne menjelaskan, tingkat okupansi yang melampaui 100 persen bukan berarti penumpang berdiri, melainkan karena adanya sistem perjalanan dinamis dalam satu rangkaian kereta.
"Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Skema ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia dalam satu lintas perjalanan," jelas Anne.
Selama periode 11 hingga 22 Maret 2026, KAI telah melayani total 2.519.508 pelanggan, terdiri dari 2.131.656 pelanggan KA jarak jauh dan 387.852 pelanggan KA lokal di Pulau Jawa dan Sumatra.
Baca Juga: Daftar Harga BBM di Tengah Konflik Global, Stabil saat Arus Balik Lebaran 2026
Memasuki 23 Maret, lonjakan penumpang masih berlanjut. Hingga pagi hari, sebanyak 222.948 pelanggan KA jarak jauh telah dijadwalkan berangkat dengan okupansi sementara mencapai 139,1 persen dan berpotensi terus bertambah.
Sejumlah kereta dengan tingkat pemesanan tertinggi selama masa Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.
Meski permintaan tinggi, KAI menyebut masyarakat masih memiliki peluang mendapatkan tiket, khususnya dengan memilih jadwal alternatif atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan.
"Dengan kapasitas yang masih tersedia, KAI mengajak masyarakat segera merencanakan perjalanan arus balik dengan baik agar perjalanan berlangsung lebih nyaman, lancar, dan menyenangkan bersama kereta api," pungkas Anne.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian
-
BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru
-
Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran