- Gubernur BI Perry Warjiyo mengonfirmasi pertumbuhan uang beredar terjaga, didorong kebijakan likuiditas moneter efektif.
- Uang primer (M0) Februari 2026 tumbuh 13,3% yoy, dipicu kebutuhan uang kartal Ramadan dan Idulfitri.
- Uang beredar luas (M2) Januari 2026 naik menjadi 10,0% yoy akibat ekspansi kredit dan tagihan pemerintah.
Suara.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memastikan pertumbuhan jumlah uang beredar tetap terjaga sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia yang mendorong efektivitas ekspansi likuiditas moneter.
Dalam keterangannya, Perry menyampaikan bahwa uang primer (M0) pada Februari 2026 tumbuh sebesar 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 11,0 persen (yoy).
Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan uang kartal menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
“Pertumbuhan M0 dipengaruhi oleh meningkatnya uang kartal, seiring kebutuhan masyarakat pada momen musiman keagamaan,” ujar Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Dari sisi faktor pendorong, peningkatan M0 pada Februari 2026 juga didukung oleh ekspansi fiskal pemerintah serta strategi operasi moneter Bank Indonesia yang akomodatif.
Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) juga menunjukkan tren peningkatan. Pada Januari 2026, M2 tumbuh 10,0 persen (yoy), naik dari 9,6 persen (yoy) pada Desember 2025.
Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh meningkatnya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat serta penyaluran kredit yang semakin ekspansif.
Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga pertumbuhan uang beredar melalui sinergi kebijakan bersama pemerintah guna menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Di sisi lain, stabilitas sistem pembayaran nasional tetap terjaga. Hal ini didukung oleh infrastruktur yang andal serta struktur industri yang sehat.
Baca Juga: BI Bakal Siaga Pelototi Rupiah saat Libur Lebaran 2026
Kinerja infrastruktur tercermin dari kelancaran Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri, serta kecukupan pasokan uang tunai dalam jumlah dan kualitas yang memadai sepanjang Februari 2026.
Struktur industri yang solid juga terlihat dari semakin kuatnya interkoneksi antar pelaku sistem pembayaran, yang diiringi dengan perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.
Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat industri sistem pembayaran, khususnya dalam aspek manajemen risiko dan keandalan teknologi.
Upaya ini sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran yang menjadi landasan penguatan sektor tersebut.
“Sinergi kebijakan akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah
-
Daftar Lokasi Tukar Uang Baru di Pekanbaru Lewat Kas Keliling BI
-
Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif, Bos BI Pasang Badan
-
Lebaran 2026 Makin Praktis Pakai THR Digital Bank Indonesia, Begini Cara Mainnya
-
Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang
-
OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia
-
Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya
-
Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran
-
Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan
-
Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit
-
Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?
-
Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi
-
Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban
-
Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?