- Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selama libur Lebaran 2026 menghadapi ketegangan geopolitik global.
- Destry Damayanti menyatakan BI menyiapkan langkah antisipatif karena perdagangan rupiah di pasar internasional tetap berjalan.
- BI akan mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal merespons eskalasi konflik Timur Tengah.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan akan tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selama periode libur Lebaran 2026 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa langkah antisipatif telah disiapkan untuk meredam potensi gejolak pasar yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.
“Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026,” ujar Destry pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, meskipun pasar keuangan domestik tidak beroperasi selama libur Lebaran, perdagangan rupiah di pasar internasional tetap berlangsung. Kondisi tersebut berpotensi memicu fluktuasi nilai tukar yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dalam negeri.
“Perdagangan rupiah di pasar luar negeri tetap berjalan dan fluktuasinya dapat berdampak pada ekonomi Indonesia,” katanya.
Untuk itu, BI menegaskan akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter guna memperkuat ketahanan eksternal. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kemungkinan eskalasi konflik global yang dapat menekan pasar keuangan.
Destry menambahkan, penyesuaian kebijakan akan dilakukan secara terukur dan konsisten demi menjaga stabilitas perekonomian nasional, termasuk nilai tukar rupiah.
Tekanan Global Meningkat
Langkah antisipasi BI ini tidak terlepas dari meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi dan volatilitas pasar keuangan.
Baca Juga: BI Was-was Dampak Konflik Timur Tengah: Pertumbuhan Ekonomi Akan Melambat
Ketegangan geopolitik tersebut sebelumnya telah mendorong kenaikan harga minyak dunia dan mengganggu rantai pasok energi global.
Kondisi ini berpotensi menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Dalam situasi tersebut, peran bank sentral menjadi krusial untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kepercayaan pasar, terutama di tengah periode libur panjang ketika aktivitas domestik cenderung melambat.
BI memastikan akan terus memantau perkembangan global secara intensif dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas rupiah serta mendukung ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Berita Terkait
-
Rupiah Ditutup ke Level Rp16.886 per Dolar AS, Analis: BI Tak Bisa Terus Intervensi
-
Rupiah Menguat Tips, Dolar AS Sentuh ke Level Rp16.861
-
Waspada! Kewajiban Neto Luar Negeri RI Bengkak Jadi 272,6 Miliar Dolar AS
-
Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Nilai Tukar Rupiah Menguat Seiring Turunnya Harga Minyak Dunia
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung
-
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan