Iran siap "membakar" kapal yang melintas, mengancam jalur perdagangan minyak utama. Dunia kini bersiap menghadapi guncangan harga komoditas yang tak terelakkan.
Baca 10 detik
- Harga minyak dunia anjlok karena klaim Trump mengenai kemajuan dialog dengan Iran, meskipun Iran membantah adanya percakapan tersebut.
- Minyak Brent turun drastis lebih dari 7 persen menjadi 104 dolar AS per barel, sedangkan WTI merosot 6,9 persen ke 91,4 dolar AS per barel.
- IEA menyatakan gangguan pasokan konflik ini lebih besar dari krisis 1970-an, menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz.
Menurutnya, solusi utama untuk meredakan krisis adalah membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, yang saat ini terblokade dan menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
IEA pun telah berkoordinasi dengan sejumlah negara, termasuk Kanada dan Meksiko, untuk meningkatkan produksi minyak. Selain itu, negara-negara anggota juga telah sepakat melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis guna menahan lonjakan harga.
"Jika diperlukan, kita dapat memasok lebih banyak minyak ke pasar, baik minyak mentah maupun produk olahan," pungkas Birol.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite