Bisnis / Energi
Selasa, 24 Maret 2026 | 08:38 WIB
Iran siap "membakar" kapal yang melintas, mengancam jalur perdagangan minyak utama. Dunia kini bersiap menghadapi guncangan harga komoditas yang tak terelakkan.
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia anjlok karena klaim Trump mengenai kemajuan dialog dengan Iran, meskipun Iran membantah adanya percakapan tersebut.
  • Minyak Brent turun drastis lebih dari 7 persen menjadi 104 dolar AS per barel, sedangkan WTI merosot 6,9 persen ke 91,4 dolar AS per barel.
  • IEA menyatakan gangguan pasokan konflik ini lebih besar dari krisis 1970-an, menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurutnya, solusi utama untuk meredakan krisis adalah membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz, yang saat ini terblokade dan menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

IEA pun telah berkoordinasi dengan sejumlah negara, termasuk Kanada dan Meksiko, untuk meningkatkan produksi minyak. Selain itu, negara-negara anggota juga telah sepakat melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis guna menahan lonjakan harga.

"Jika diperlukan, kita dapat memasok lebih banyak minyak ke pasar, baik minyak mentah maupun produk olahan," pungkas Birol.

Load More