- The Economist sebut energi Indonesia aman (low exposure, strong buffer) dibanding Vietnam.
- Cadangan minyak 4,4 miliar barel mampu perkuat ketahanan energi nasional hingga 10 tahun.
- Meski aman dari krisis global, publik diminta tetap bijak dalam pemakaian energi harian.
Suara.com - Badan Energi Internasional (IEA) baru saja merilis langkah antisipasi menghadapi gangguan pasokan energi global akibat memanasnya tensi geopolitik.
IEA menyarankan penghematan ekstrem, mulai dari membatasi perjalanan hingga beralih ke kompor listrik. Namun, bagi Indonesia, kondisinya ternyata jauh lebih stabil.
Pakar ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Profesor Hamid Paddu, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu dilanda kecemasan berlebih.
Berdasarkan laporan terbaru dari media internasional asal Inggris, The Economist, ketahanan energi Indonesia dinilai jauh lebih tangguh dibandingkan banyak negara berkembang lainnya, termasuk Vietnam.
"Dari sisi ketahanan energi, kita lebih stabil. Dalam jangka menengah, kita tidak terlalu terpapar, semisal situasi geopolitik sekarang berlanjut," ujar Hamid, Selasa (24/3/2026).
Menurut Hamid, pengakuan dari dunia internasional ini bukan tanpa alasan. Indonesia dinilai sudah berada di jalur yang tepat (on the right track) dalam membangun benteng energi nasional. The Economist menempatkan Indonesia dalam kategori low exposure, strong buffer artinya memiliki paparan risiko rendah dengan bantalan ketahanan yang kuat.
Beberapa faktor kunci yang membuat Indonesia "sakti" menghadapi krisis adalah masifnya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan kampanye kendaraan listrik, langkah Pertamina dalam menggarap Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya panas bumi (geothermal).
Selain itu Indonesia juga dinilai masih mengantongi cadangan minyak terbukti (proven reserves) sebesar 4,4 miliar barel yang cukup untuk memperkuat pasokan hingga 10 tahun ke depan.
Meski posisi Indonesia aman dari dampak konflik Iran-AS-Israel, Hamid tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena. Langkah antisipasi tetap diperlukan, terutama untuk menjaga stabilitas dalam jangka pendek.
Baca Juga: Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
“Ya, tidak usah khawatir karena Indonesia sudah mempersiapkan. Namun, masyarakat memang perlu bijak dalam menggunakan energi,” tuturnya.
Keunggulan Indonesia kian terlihat saat dibandingkan dengan Vietnam. Meski sama-sama memiliki paparan rendah, skor resiliensi Indonesia jauh lebih tinggi karena Vietnam dinilai lebih rentan terhadap gangguan rantai pasok manufaktur global jika krisis energi memburuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite