Bisnis / Makro
Kamis, 26 Maret 2026 | 10:29 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi Donald Trump lengser jika harga minyak dunia mencapai 150 Dolar AS per barel.
  • Kenaikan harga minyak dunia hingga 100 Dolar AS per barel menyebabkan kenaikan BBM hampir 100 persen di Amerika Serikat.
  • APBN 2026 dirancang dengan asumsi ICP 70 Dolar AS, sehingga kenaikan ringan masih dapat diatasi pemerintah.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kalau Presiden Amerika Serikat Donald Trump bakal lengser apabila harga minyak dunia tembus 150 Dolar AS per barel.

Menkeu Purbaya berpandangan kalau saat ini AS mulai kesulitan dengan kenaikan harga minyak dunia yang tembus 100 Dolar AS per barel. Akibatnya, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sana naik hampir 100 persen.

"Sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? 100 Dolar saja di sana BBM-nya naik hampir 100 persen. Rakyatnya mulai marah. Makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan?" katanya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Kamis (26/3/2026).

Presiden AS Donald Trump. Foto: Garda Revolusi Iran rilis video jatuhnya Pesawat Tempur F/A-18 milik AS. Insiden ini diprediksi membuat posisi Donald Trump makin terancam di dalam negeri. [Dok. Haberler]

Bahkan Purbaya memprediksi jika harga minyak global tembus 150 Dolar AS per barel, Trump kemungkinan jatuh dari posisinya sebagai Presiden AS.

"Bisa sampai 150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang jatuh, sana. Kalau kita masih bisa jaga di sini," timpal dia.

Di sisi lain, Bendahara Negara juga menjelaskan kalau APBN dirancang dengan asumsi setahun penuh. Apabila harga minyak naik hanya beberapa hari, maka anggaran masih bisa mengatasi kenaikan tersebut.

Sebab di rancangan APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar 70 Dolar AS per barel.

"Sampai sekarang baru 74-an (Dolar AS per barel) lah, artinya naiknya baru 4 Dolar AS dibanding asumsi," lanjutnya.

"Jadi kalau 74 mah cuma naik 4. Saya bisa tutup dengan gampang," tambah dia lagi.

Baca Juga: Rekaman Iran Tembak Jatuh Jet Tempur AS Tersebar, Kebohongan Militer Washington Mulai Terbongkar?

Ia lalu menegaskan kalau Pemerintah memiliki sejumlah cara untuk memastikan dampak kenaikan harga minyak dunia, khususnya pada subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Load More