- Iran memperkuat sistem pertahanan dan menambah personel di Pulau Kharg sebagai antisipasi operasi darat AS.
- Penguatan mencakup pemasangan ranjau dan penempatan pertahanan udara portabel di titik strategis pulau tersebut.
- Langkah ini terjadi setelah AS mempertimbangkan opsi menekan Iran terkait penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Suara.com - Iran dilaporkan meningkatkan kesiapan militernya di Pulau Kharg dalam beberapa pekan terakhir dengan memperkuat sistem pertahanan serta menambah jumlah personel. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi operasi darat dari Amerika Serikat.
Mengutip laporan CNN, yang bersumber dari intelijen AS, penguatan tersebut meliputi pemasangan ranjau anti-personel dan anti-lapis baja, serta penempatan sistem pertahanan udara portabel di sejumlah titik strategis.
Area yang diperkuat termasuk garis pantai yang dinilai berpotensi menjadi lokasi pendaratan pasukan.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi di pulau tersebut, termasuk untuk mendeteksi kemungkinan adanya jebakan tambahan di lapangan.
Sebelumnya, laporan Axios pada Jumat (20/3/2026) mengungkap bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz, salah satunya dengan opsi pengambilalihan Pulau Kharg.
Kemudian pada Minggu (22/3/2026), Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa semua opsi masih terbuka, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan ke wilayah tersebut.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran pada 28 Februari lalu, yang menimbulkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
(Antara)
Baca Juga: AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan
Berita Terkait
-
AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan
-
Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
Geger! Trader Misterius Raup Jutaan Dolar dalam 15 Menit Sebelum Klaim Damai Trump
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Iran Pertimbangkan Usulan Damai AS, Tapi Tolak Negosiasi Langsung!
-
Personel Gugur saat Ops Ketupat, Kakorlantas Polri Sampaikan Duka Mendalam
-
Syarat Kesepakatan Damai, Iran Minta Penghentian Serangan ke Hizbullah di Lebanon
-
Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran
-
Korlantas Polri Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret
-
Kakorlantas: 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta hingga Kamis Dini Hari
-
Viral Mobil Dinas Plat B Dipakai Mudik, Pemprov DKI: Bukan Milik Kami
-
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pengolahan Sampah Menjadi Energi
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan