- Iran meminta Amerika Serikat menekan Israel menghentikan operasi militer terhadap Hizbullah sebagai syarat kesepakatan damai.
- Permintaan ini disampaikan Iran pada pertengahan Maret, sementara Hizbullah menjamin gencatan senjata akan disertakan dalam skema kesepakatan.
- Iran telah mempertimbangkan proposal damai AS sekitar satu bulan, meskipun Kemenlu Iran membantah adanya pembicaraan langsung.
Suara.com - Iran dilaporkan meminta Amerika Serikat untuk menekan Israel agar menghentikan operasi militernya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon sebagai bagian dari peluang tercapainya kesepakatan damai.
Laporan kantor berita Reuters yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan, sikap tersebut telah disampaikan Iran pada pertengahan Maret.
Salah satu sumber juga mengungkapkan bahwa Hizbullah telah menerima jaminan dari Iran bahwa gencatan senjata di Lebanon akan masuk dalam skema kesepakatan tersebut.
Seorang sumber dari Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran telah mempertimbangkan proposal damai dari AS selama kurang lebih satu bulan, yang berarti hingga saat ini usulan tersebut belum ditolak.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa Washington dan Teheran telah melakukan pembicaraan yang sangat positif dan produktif pada akhir pekan lalu.
Ia juga menyebut serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran untuk sementara ditunda, serta berharap kemajuan dapat tercapai dalam waktu lima hari.
Namun demikian, Kementerian Luar Negeri Iran membantah adanya pembicaraan langsung tersebut. Mereka menegaskan bahwa pihaknya hanya menerima pesan yang menunjukkan keinginan Washington untuk membuka jalur dialog.
(Antara)
Baca Juga: Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran
Berita Terkait
-
Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran
-
Sambut Rencana Operasi Darat AS, Iran Siapkan Jebakan Rantau dan Sistem Pertahanan Udara
-
AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan
-
Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
IHSG Ijo Lagi Pagi ini di Level 6.200. Saham GIAA Mulai Dijual
-
Tata Cara Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026: Urutan Bacaan Surat, Niat, dan Doa Lengkap
-
Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam
-
Eks Kaesang Felicia Tissue Buktikan Move On Total, Ini Kabar Terbarunya dengan Calon Suami
-
Cara Download Logo Hari Pramuka 2026, Lengkap dengan Link Resminya
-
Bybit Resmi Ekspansi ke Indonesia usai Akuisisi Nobi, Incar 20% Pangsa Pasar Transaksi Kripto
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026