- Harga emas Antam 1 gram pada Jumat, 27 Maret 2026 adalah Rp 2.810.000, turun Rp 40.000 dari hari sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam tercatat Rp 2.414.000 per gram, mengalami penurunan Rp 76.000 dari Kamis, 26 Maret 2026.
- Harga emas dunia menguat karena pelemahan dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 27 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.810.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu anjlok Rp 40.000 dibandingkan Kamis, 26 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.414.000 per gram.
Harga buyback itu kembali merosot Rp 76.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp 1.458.638
- 1 gram: Rp 2.817.025
- 2 gram: Rp 5.673.900
- 3 gram: Rp 8.335.788
- 5 gram: Rp 13.859.563
- 10 gram: Rp 27.663.988
- 25 gram: Rp 69.034.155
- 50 gram: Rp 137.989.113
- 100 gram: Rp 275.900.030
- 250 gram: Rp 689.484.413
- 500 gram: Rp 1.378.758.300
- 1000 gram: Rp 2.757.476.500
Harga Emas Dunia Meroket
Harga emas dunia menguat pada Jumat, didorong pelemahan dolar Amerika Serikat serta meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip Investing.com, harga emas spot naik 1,2 persen menjadi 4.429,32 dolar AS per ons. Sementara itu, emas berjangka AS menguat 1,1 persen ke level 4.457,6 dolar AS per ons.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?
Penguatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan adanya kemajuan dalam negosiasi dengan Iran dan memutuskan menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi selama 10 hari.
Langkah tersebut meredakan ketegangan geopolitik yang sebelumnya mendorong permintaan aset safe haven seperti emas. Namun di sisi lain, pelemahan dolar justru memberikan dukungan terhadap harga logam mulia tersebut.
Indeks dolar AS tercatat turun tipis 0,1 persen setelah menguat selama tiga hari sebelumnya. Secara umum, emas cenderung bergerak berlawanan arah dengan dolar AS.
Meski menguat pada perdagangan terbaru, harga emas masih berada dalam tren fluktuatif. Pada sesi sebelumnya, emas sempat turun hampir 3 persen dan secara mingguan diperkirakan masih melemah sekitar 1,3 persen.
Pergerakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir sangat dipengaruhi oleh dinamika konflik di Timur Tengah yang turut mengganggu pola pergerakan aset safe haven tradisional.
Lonjakan harga minyak yang terjadi sebelumnya juga memicu kekhawatiran inflasi global. Kenaikan biaya energi dinilai berpotensi membuat inflasi tetap tinggi dan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935
-
Laba Bersih DEWA Tembus Rp4,3 Triliun, Naik 1.324 Persen dari Estimasi Awal
-
Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar
-
IHSG Masih Jeblok di Jumat Pagi, Diproyeksikan Terus Melemah
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi
-
Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
-
Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun
-
IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?