Bisnis / Keuangan
Kamis, 26 Maret 2026 | 09:03 WIB
Pramuniaga menata emas batangan di Cikini Gold Center, Jakarta, Rabu (8/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada Kamis, 26 Maret 2026, tetap Rp 2.850.000, sementara harga buyback turun Rp 17.000.
  • Harga emas Antam belum termasuk PPh wajib, yaitu 0,45% bagi pemegang NPWP atau 0,9 persen bagi non-NPWP.
  • Harga emas dunia menguat signifikan menjadi USD 4.556 karena meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya imbal hasil obligasi AS.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 26 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.850.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu stagna dibandingkan Rabu, 25 Maret 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.490.000 per gram.

Harga buyback itu justru meluncur Rp 17.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Warga mencari informasi ketersediaan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam kompleks DP Mall, Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/4/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0.5 gram: Rp 1.478.688
  • 1 gram: Rp 2.857.125
  • 2 gram: Rp 5.654.100
  • 3 gram: Rp 8.456.088
  • 5 gram: Rp 14.060.063
  • 10 gram: Rp 28.064.988
  • 25 gram: Rp 70.036.655
  • 50 gram: Rp 139.994.113
  • 100 gram: Rp 279.910.030
  • 250 gram: Rp 699.509.413
  • 500 gram: Rp 1.398.808.300
  • 1000 gram: Rp 2.797.576.500

Harga Emas Dunia Perkasa

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu seiring meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Logam mulia ini kembali diminati investor di tengah dinamika pasar global.

Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) naik hampir 2 persen dan diperdagangkan di level USD 4.556. Kenaikan ini terjadi setelah harga minyak mentah anjlok, dipicu spekulasi bahwa AS dan Iran akan memulai pembicaraan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat minggu.

Baca Juga: Momen Lebaran, Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Naik di Pegadaian

Sentimen tersebut turut mendorong perbaikan selera risiko di pasar. Harga minyak yang turun membuat emas sempat membatasi pelemahannya sebelum akhirnya kembali menguat.

Di sisi lain, penguatan dolar AS juga masih berlangsung. Hal ini tercermin dari Indeks Dolar AS (DXY) yang naik sekitar 0,40 persen ke level 99,55. DXY sendiri merupakan indikator yang mengukur kinerja dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia.

Perkembangan geopolitik juga terus menjadi perhatian. AS dikabarkan telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri konflik. Jika disetujui, pembicaraan bisa dimulai dalam waktu dekat, bahkan disebut-sebut berlangsung di Pakistan atau Turki.

Meski demikian, media Iran melaporkan bahwa proposal tersebut sempat ditolak. Namun, sumber lain menyebut Teheran masih membuka peluang komunikasi lanjutan dengan Washington.

Laporan The Wall Street Journal menyebut Iran menunjukkan sikap yang lebih lunak dalam diskusi tertutup, sehingga membuka harapan bagi jalur diplomasi.

Selain faktor geopolitik, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi katalis utama penguatan emas. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turun empat basis poin menjadi 4,32 persen, yang membuat emas sebagai aset tanpa imbal hasil lebih menarik bagi investor.

Load More