Bisnis / Energi
Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:48 WIB
Warga melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Jakarta, Jumat (22/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM menyatakan pemerintah belum berencana membatasi atau mengurangi subsidi BBM meskipun ada dinamika global.
  • Pernyataan ini disampaikan usai rapat koordinasi di Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2026, membahas isu geopolitik.
  • Kebijakan ini diambil demi menjaga daya beli masyarakat kecil dari potensi gejolak harga energi global.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut belum ada rencana pemerintah untuk membatasi konsumsi maupun mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika global yang memanas.

Pernyataan tersebut disampaikan usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Rapat itu membahas tekanan geopolitik global meningkat, termasuk konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia.

"Alhamdulillah, sampai dengan hari ini dan saya pikir Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, ya masyarakat kita tentang tingkat kemampuan. Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan untuk subsidi, masih tetap sama," ujar Bahlil.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Bahlil mengatakan, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi bawah, agar tetap terlindungi dari gejolak harga energi global.

Di sisi lain, ia memastikan kondisi stok energi nasional masih dalam keadaan aman sehingga belum diperlukan langkah pembatasan.

Ditanya soal seberapa lama ketahanan stok BBM Indonesia, Bahlil tak mau menjelaskan lebih jauh.

"Jadi stok-stok BBM kita, insyaallah dalam kondisi yang aman. Standar minimal memenuhi syarat," jelasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati perkembangan global yang bergerak sangat cepat, terutama dampak konflik geopolitik terhadap pasokan dan harga minyak dunia.

Baca Juga: RI Sudah Punya Pos Impor Minyak Mentah Baru, Bahlil: Jangan Tanya Dari Mana?

"Itu nanti kita lihat. Makanya dinamika ini kan kita akan ikuti. Jangankan ini, cepat sekali dinamikanya, bisa per minggu, bisa per bulan," pungkasnya.

Load More