- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin stok energi Indonesia tercukupi dan belum darurat energi nasional.
- Indonesia diklaim telah menghentikan impor BBM solar, meskipun masih mengimpor 50 persen kebutuhan bensin.
- Pemerintah tengah mengalihkan sumber impor minyak mentah dari Selat Hormuz ke negara lain terdampak.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menjamin Indonesia masih belum masuk kondisi darurat energi. Ia menyebut, stok energi di dalam negeri masih mencukupi.
Ia memaparkan, Indonesia sudah tidak bergantung pada impor energi, salah satunya BBM solar. Sehingga, hingga saat ini belum ada kelangkaan solar imbas konflik Timur Tengah di dalam negeri.
"Saya menyampaikan di kesempatan ini bahwa sekalipun negara-negara lain, negara tetangga sebagian, sebagian negara di Asia udah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara dalam hal ini darurat. Kita harus saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear," ujar Bahlil saat meninjau SPBU Colomadu, Karanganyar seperti dikutip, Jumat (27/3/2026).
Mantan Menteri Investasi dan Hilirisasi ini menuturkan, untuk BBM bensin, saat ini memang masih dipasok impor, tapi hanya 50 persen saja. Setengahnya, sudah dipasok dari kilang dalam negeri.
Bahlil pun saat ini tengah membidik alternatif impor minyak mentah dari negara-negara lain yang tak terdampak.
"Kita juga tahu bahwa 20% dari crude kita itu kita ambil dari Silat Hormuz. Sekarang kita sudah switch ke tempat lain dan pasokannya sekarang insyaallah sudah mulai membaik," imbuhnya.
Sebelumnya Pemerintah Filipina resmi menetapkan darurat energi nasional di tengah lonjakan harga bahan bakar global.
Presiden Ferdinand Marcos Jr menyebut situasi ini sebagai ancaman nyata untuk dalam negeri Filipina.
"Pengumuman darurat ini memungkinkan pemerintah mengambil langkah cepat dan terkoordinasi untuk menghadapi gangguan pasokan energi global,” ujar Marcos Jr seperti dilansir dari Aljazeera.
Baca Juga: Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?
Pemerintah Filipina langsung membentuk komite khusus untuk menjaga distribusi bahan bakar dan kebutuhan pokok.
Selain itu, pemerintah Marcos Jr diberi kewenangan untuk mengamankan pasokan minyak, bahkan dengan pembayaran di muka jika diperlukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi
-
Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa
-
Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?
-
Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas
-
OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional
-
Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?