- Arus balik Lebaran 2026 di Ketapang-Gilimanuk ramai, dengan prioritas penyeberangan untuk mobil pribadi dan bus.
- Kendaraan logistik diatur situasional; dialihkan ke zona penampungan sementara saat penyeberangan padat.
- Kebijakan prioritas ini diterapkan ASDP untuk menjamin kelancaran arus balik pemudik yang diperkirakan hingga akhir pekan.
Suara.com - Arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau ramai, dengan kebijakan prioritas bagi kendaraan pemudik.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang memastikan mobil pribadi dan bus menjadi prioritas utama guna menjaga kelancaran arus balik, sementara kendaraan logistik diminta menyesuaikan kondisi di lapangan.
General Manager ASDP Ketapang, Arie Eko, menjelaskan bahwa tidak ada pelarangan bagi truk logistik, namun pengaturannya dilakukan secara situasional.
“Tidak dibatasi, akan tetapi sesuai ketentuannya jika arus balik penyeberangan padat, truk logistik kami arahkan ke buffer zone. Tapi kalau kondisi landai bisa langsung diangkut,” ujarnya dilansir dari laman Antara, Sabtu (28/3/2026).
Sejumlah titik penampungan sementara seperti Dermaga Bulusan hingga Terminal Sri Tanjung digunakan untuk menampung kendaraan logistik selama kepadatan terjadi.
Di lapangan, antrean truk mulai terlihat. Salah satu sopir logistik, Efendi, mengaku harus menunggu berjam-jam sebelum mendapat giliran menyeberang.
“Saya sendiri sejak pukul 02.00 WIB dan sampai pagi hari ini belum menyeberang,” katanya.
Ia menyebut ratusan truk saat ini tertahan di area buffer zone karena prioritas diberikan kepada kendaraan pemudik.
Pantauan pada H+7 Lebaran menunjukkan arus kendaraan tetap ramai namun relatif lancar. Kendaraan roda dua masih mendominasi, disusul mobil pribadi yang terus mengalir menuju Bali.
Baca Juga: Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan
Kebijakan prioritas ini diambil untuk mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan pemudik tetap aman serta efisien, terutama di puncak arus balik yang diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan.
Berita Terkait
-
Diskon Tol 30 Persen Jasa Marga Berlaku 2627 Maret 2026, Strategi Urai Puncak Arus Balik Lebaran
-
Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra
-
Arus Balik H+3, Pemudik Motor Mulai Serbu Jalur Pantura Menuju Jakarta
-
Tol Banyumanik Dipadati Arus Balik Menuju Jakarta
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI
-
RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka
-
Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik
-
Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir
-
Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi
-
Purbaya Siap Jelaskan ke DPR soal Rupiah Lemah, Tegaskan Itu Tanggung Jawab BI
-
Jelang Rebalancing MSCI, Emiten Sinarmas DSSA Ditinggal Kabur Investor Asing
-
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%