- Pemerintah Indonesia menyatakan stok pangan nasional aman untuk menghadapi El Nino ekstrem yang diperkirakan mulai April mendatang.
- Stok beras di Bulog saat ini mencapai 4,3 juta ton dan diproyeksikan akan bertambah untuk jaminan pasokan 15 bulan.
- Kesiapan ini didukung infrastruktur pertanian seperti pompanisasi dan perbaikan irigasi yang telah diperkuat secara signifikan.
Suara.com - Pemerintah memastikan kesiapan menghadapi fenomena El Nino ekstrem atau “El Nino Godzilla” yang diperkirakan terjadi mulai April mendatang. Ketersediaan stok pangan nasional disebut dalam kondisi aman, bahkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 15 bulan ke depan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah mengantisipasi dampak kekeringan dengan berbagai langkah strategis, baik dari sisi produksi maupun cadangan pangan.
“Insyaallah pangan khususnya sektor pangan itu aman,” ujarnya di Kantor Kementan, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, total ketersediaan beras nasional saat ini berasal dari berbagai sumber, mulai dari cadangan pemerintah hingga stok di masyarakat. Stok di Bulog tercatat mencapai 4,3 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 5 juta ton dalam waktu dekat.
“Stok hari ini tertinggi yaitu 4,3 juta ton di Bulog. Bulan depan perkiraan 5 juta ton lebih,” katanya.
Selain itu, ketersediaan beras di sektor hotel, restoran, dan rumah tangga mencapai sekitar 12,5 juta ton. Ditambah dengan standing crop atau tanaman yang siap panen sekitar 11 juta ton, total pasokan dinilai sangat mencukupi.
“Kalau kita bagi itu bisa 10 bulan ke depan. Sedangkan El Nino-nya adalah enam bulan, artinya overlap,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama periode El Nino, produksi tetap akan berjalan meski mengalami penurunan. Pemerintah memperkirakan tambahan produksi sekitar 12 juta ton selama musim kering, yang akan memperkuat cadangan pangan nasional.
“Kalau tambah 12 juta ton itu berarti bisa lima bulan,” katanya.
Baca Juga: Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton
Dengan perhitungan tersebut, total ketersediaan pangan nasional dinilai mampu mencukupi kebutuhan hingga 15 bulan ke depan, termasuk selama dan setelah periode El Nino berlangsung.
Menurut dia, kesiapan ini jauh lebih baik dibandingkan saat menghadapi El Nino pada 2023. Kala itu, pemerintah sempat merencanakan impor hingga 10 juta ton, namun berhasil ditekan menjadi sekitar 3,7 juta ton melalui berbagai langkah percepata.
“Dulu kita mau impor 10 juta ton, tapi kita tekan sampai 3 juta ton lebih,” ujarnya.
Ia menyebutkan, keberhasilan tersebut didukung oleh pembangunan infrastruktur pertanian seperti pompanisasi, perbaikan irigasi, serta optimalisasi lahan. Saat ini, infrastruktur tersebut telah diperkuat secara signifikan.
“Pompanisasi itu puluhan ribu pompa di lapangan dan sudah terpasang,” katanya.
Pemerintah juga menargetkan perbaikan irigasi hingga 2 juta hektare lahan untuk memastikan pasokan air tetap tersedia selama musim kering.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi
-
Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti
-
Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang
-
Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko
-
Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia
-
Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam
-
RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea
-
Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga