- Harga emas Antam 1 gram pada Selasa, 31 Maret 2026, tercatat Rp 2.827.000, turun Rp 10.000 dari hari sebelumnya.
- Harga 1 gram emas Antam setelah PPh berlaku adalah Rp 2.834.068, belum termasuk pajak penghasilan 0,45 persen atau 0,9 persen.
- Harga emas dunia naik tipis 0,2 persen menjadi USD 4.503 per ons, namun secara bulanan masih turun lebih dari 14 persen.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 31 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.827.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu merosot Rp 10.000 dibandingkan Senin, 30 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.477.000 per gram.
Harga buyback itu ikut merosot Rp 11.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0.5 gram: Rp 1.467.159
- 1 gram: Rp 2.834.068
- 2 gram: Rp 5.607.985
- 3 gram: Rp 8.386.915
- 5 gram: Rp 13.944.775
- 10 gram: Rp 27.834.413
- 25 gram: Rp 69.460.218
- 50 gram: Rp 138.841.238
- 100 gram: Rp 277.604.280
- 250 gram: Rp 683.745.038
- 500 gram: Rp 1.387.279.550
- 1000 gram: Rp 2.774.519.000
Harga Emas Dunia Naik Tipis
Harga emas dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Senin, di tengah meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga serta aksi beli saat harga murah (buy on dip).
Mengutip Investing, harga emas spot tercatat naik 0,2 persen menjadi USD 4.503 per ons. Sementara itu, emas berjangka juga menguat 0,2 persen ke level USD 4.532 per ons.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!
Kenaikan ini terjadi setelah emas sempat mengalami tekanan tajam dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, harga emas sempat anjlok hingga menyentuh USD 4.000 per ons pada pekan lalu, sebelum akhirnya pulih mendekati USD 4.500 per ons pada Jumat.
Meski demikian, secara bulanan logam mulia ini masih mencatat penurunan lebih dari 14%, yang menjadi salah satu koreksi terbesar dalam hampir dua dekade terakhir.
Selain emas, pergerakan logam mulia lainnya juga cenderung menguat. Harga perak spot naik 0,3 persen ke USD 69,9725 per ons, sementara platinum spot menguat 0,5 persen menjadi USD 1.896,15 per ons.
Analis OCBC menilai pemulihan harga emas saat ini lebih bersifat teknikal, menyusul tekanan besar sejak pecahnya konflik Iran pada akhir Februari.
Mereka melihat adanya tanda-tanda pelemahan momentum bearish, seiring indikator teknikal seperti indeks kekuatan relatif (RSI) yang mulai keluar dari area jenuh jual.
Namun demikian, prospek penguatan emas dinilai masih belum solid. Analis OCBC menyebut sejumlah level resistensi penting berada di USD 4.624, USD 4.670, hingga USD 4.850 per ons.
"Pemulihan yang lebih berkelanjutan kemungkinan akan membutuhkan harga untuk kembali naik dan bertahan di atas level ini. Jika gagal, emas mungkin akan terus diperdagangkan dengan pijakan yang lebih lemah," tulis analis OCBC.
Di sisi lain, faktor makroekonomi juga masih menjadi tekanan bagi emas. Kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi yang lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888
-
Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram
-
Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing
-
Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya
-
Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya
-
AHY Bidik Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Brand EV Buatan Indonesia
-
Paraguay Cuan Ratusan Miliar Usai Kalahkan Jerman di Laga Kontroversial
-
Tak Mau Investasi Hilirisasi Bernilai Jumbo Gagal, BP BUMN Gandeng KPK
-
IHSG Berpotensi Rebound! Cek Analisis Teknikal dan Sentimen Positif Hari Ini