- Kementerian Pertahanan Indonesia menjalin kerja sama dengan Turki untuk pengadaan pesawat tempur siluman generasi kelima, KAAN.
- Proses akuisisi 48 unit pesawat tempur sedang dalam tahap aktivasi pembiayaan melalui mekanisme Pinjaman Luar Negeri pemerintah.
- Pengiriman perdana jet tempur canggih tersebut dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada tahun 2032 untuk memperkuat pertahanan udara.
Suara.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia memastikan langkah strategis dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dengan menggandeng industri pertahanan Turki.
Indonesia secara resmi telah menandatangani kontrak awal untuk pengadaan pesawat tempur siluman generasi kelima, KAAN, yang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini tengah memasuki tahapan penting dalam hal pembiayaan.
"Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme Pinjaman Luar Negeri (PLN) bersama Kementerian Keuangan," ujar Rico saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Mengutip informasi Kemenkeu 11/PMK.07/2023, Pinjaman Luar Negeri yang selanjutnya disingkat PLN adalah setiap pembiayaan melalui utang yang diperoleh pemerintah pusat dari pemberi Pinjaman Luar Negeri yang diikat oleh suatu perjanjian pinjaman dan tidak berbentuk surat berharga negara, yang harus dibayar kembali dengan persyaratan tertentu.
Skema Pengadaan dan Anggaran
Meskipun detail anggaran secara menyeluruh belum dipublikasikan secara rinci oleh pemerintah, informasi yang berkembang di kalangan pengamat pertahanan menyebutkan bahwa nilai kontrak kerja sama ini diperkirakan mencapai 15 miliar dolar AS atau setara dengan Rp251 triliun.
Indonesia dikabarkan berencana memboyong sebanyak 48 unit jet tempur canggih tersebut. Brigjen Rico menjelaskan bahwa proses akuisisi ini akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran negara serta kebutuhan mendesak TNI dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.
Jika sesuai jadwal, pengiriman perdana jet tempur ini diprediksi akan dimulai pada tahun 2032 mendatang.
Baca Juga: Rekaman Menegangkan Detik-Detik Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Truk Pemadam di New York
Langkah ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati antara Kemenhan RI dengan Sekretariat Industri Pertahanan Turki (Savunma Sanayii Baskanligi/SSB) pada ajang pameran pertahanan internasional di Jakarta.
KAAN merupakan pencapaian tertinggi industri pertahanan Turki yang dirancang sepenuhnya secara mandiri. Sebagai pesawat tempur generasi kelima, KAAN dibekali dengan berbagai fitur mutakhir yang membuatnya sejajar dengan jet tempur kelas dunia lainnya. Beberapa keunggulan utamanya meliputi:
- Kemampuan Siluman (Stealth): Memiliki visibilitas radar yang sangat rendah (low radar visibility) sehingga sulit dideteksi oleh sistem pertahanan lawan.
- Performa Tinggi: Mampu mencapai kecepatan maksimum hingga 1,8 Mach dengan ketinggian operasional (service ceiling) mencapai 55.000 kaki.
- Sistem Senjata Internal: Dilengkapi dengan internal weapons bays untuk menjaga profil siluman saat membawa persenjataan.
- Teknologi Avionic: Mengadopsi arsitektur avionik yang adaptif, peningkatan kesadaran situasional, serta kemampuan penargetan presisi.
- Kemampuan Multi-Misi: Dirancang tangguh baik dalam pertempuran udara ke udara (air-to-air) maupun serangan udara ke darat.
Proses pembangunan KAAN dimulai pada Juni 2019, dengan produksi prototipe pertama yang rampung pada Maret 2022. Setelah melalui serangkaian uji sistem yang intensif, prototipe tersebut pertama kali diperkenalkan ke hadapan publik pada awal tahun 2023.
Kehadiran KAAN di jajaran kekuatan TNI AU nantinya diharapkan tidak hanya sekadar menambah jumlah armada, tetapi juga memberikan lompatan teknologi yang signifikan bagi pertahanan Indonesia di kawasan regional.
Berita Terkait
-
Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?
-
Perubahan Iklim Picu Turbulensi Pesawat, Ini Solusi Peneliti Terinspirasi dari Cara Terbang Burung
-
Siap-siap! Tarif Tiket Pesawat Berpotensi Semakin Mahal
-
Iran Ledakan Pesawat Mata-Mata Milik AS E-3 AWACS di Pangkalan Al Kharj
-
Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Laba Bersih Jamkrindo Syariah Meroket 160 Persen, Tembus Rp141,03 Miliar pada 2025
-
Emiten DVLA dan Astra Garap Pasar Alkes Berbasis AI
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Signifikan Hari Ini, Kembali ke Rp 3 Jutaan
-
Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan Diklaim Sukses Dongkrak Kepercayaan Investor
-
IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan Hari Ini, Saham-saham Bluechip Saatnya Tampil?
-
RAAM Catat Rugi Bersih Menyusut dan Siap Ekspansi Bioskop
-
Gaji Pensiunan Naik Tahun 2026? Ini Kata PT Taspen
-
Daftar Lengkap Tarif Listrik PLN Terbaru untuk Semua Golongan
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah