News / Internasional
Senin, 30 Maret 2026 | 11:01 WIB
Garda Revolusi Iran sukses hancurkan Pesawat Mata-mata AS jenis E-3 AWACS di Pangkalan Militer Al Kharj, Arab Saudi lewat operasi gabungan rudal dan drone. [usairforce]
Baca 10 detik
  • Garda Revolusi Iran mengonfirmasi hancurnya pesawat mata-mata E-3 AWACS milik AS di pangkalan militer Al Kharj, Arab Saudi, lewat serangan rudal dan drone.
  • Gempuran mematikan ke fasilitas militer AS ini merupakan aksi pembalasan atas tewasnya Ayatollah Ali Khamenei akibat invasi gabungan pada 28 Februari.
  • Pesawat E-3 AWACS yang berfungsi sebagai pusat komando hancur lebur, sementara beberapa pesawat lain di sekitarnya juga menderita kerusakan signifikan.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran sukses menghancurkan sebuah Pesawat Mata-mata AS yang berada di wilayah negara tetangga.

Meneyitat Tasnim News, Senin (30/3/2026), gempuran mematikan ini menyasar langsung Pangkalan Militer Al Kharj di Arab Saudi sebagai bentuk teguran keras terhadap fasilitas Militer Amerika Serikat.

Eskalasi tanpa henti ini merupakan aksi balas dendam berkelanjutan setelah terbunuhnya Ayatollah Ali Khamenei akibat operasi gabungan musuh pada akhir Februari lalu.

Pasukan elit Teheran secara resmi mengumumkan keberhasilan operasi militer mereka melalui sebuah pernyataan tertulis pada hari Minggu.

Operasi puncak tersebut dilakukan secara api dengan menggabungkan kekuatan mematikan dari rentetan rudal dan pesawat tak berawak secara bersamaan.

Target utama dari gempuran udara presisi ini adalah sebuah armada udara E-3 AWACS yang sangat diandalkan oleh pihak Washington.

Pesawat berteknologi canggih tersebut selama ini difungsikan secara khusus sebagai sistem peringatan dini, pengawasan udara, hingga pusat komando dan kendali.

Serangan ini dilakukan setelah operasi sebelumnya yang juga sempat menargetkan sejumlah pesawat pengisi bahan bakar milik musuh di pangkalan yang sama.

Pihak Angkatan Udara IRGC menyatakan bahwa aset militer milik pihak lawan tersebut telah berhasil dilumpuhkan tanpa ampun.

Baca Juga: Militer Iran: Tentara Amerika Serikat Bakal Jadi Makanan Hiu di Teluk Persia

Mereka mengeklaim bahwa armada yang menjadi sasaran utama tersebut dipastikan “hancur total” selama operasi militer berlangsung.

Tidak hanya itu, beberapa armada udara lain yang terparkir di lokasi terdekat juga dilaporkan mengalami kerusakan yang sangat signifikan akibat ledakan.

Konflik berskala besar ini sendiri dipicu oleh kampanye militer tanpa intimidasi yang dilancarkan secara brutal oleh Washington dan rezim Zionis.

Invasi udara gabungan tersebut secara tragis telah merenggut nyawa Pemimpin Revolusi Islam dan sejumlah komandan senior militer dan warga sipil.

Rentetan serangan udara yang meluas dari pihak musuh terus menghujani berbagai lokasi militer maupun fasilitas sipil di seluruh penjuru Iran.

Gempuran tanpa pandang bulu tersebut telah memicu jatuhnya banyak korban jiwa menyebabkan sekaligus kerusakan infrastruktur negara yang sangat luas.

Load More