- Indonesia peringkat 3 dunia minat aset RWA dengan kontribusi 10,1% minat global.
- OSL Indonesia rilis Launchpool XAUT, aset digital yang di-backing emas fisik Swiss.
- Langkah OSL ini sejalan dengan komitmen mereka untuk memperluas inklusi keuangan digital.
Suara.com - Indonesia makin mengukuhkan posisinya sebagai "pemain kunci" di industri aset digital dunia. Berdasarkan data terbaru dari Indonesian Blockchain Association, Indonesia kini nangkring di peringkat ketiga global dalam minat terhadap Real World Assets (RWA), dengan kontribusi mencapai 10,1% dari total minat dunia.
Merespons tren ini OSL Indonesia resmi tancap gas. Centralized Crypto Exchange (CEX) yang sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini meluncurkan program Launchpool pertama di Indonesia yang berkolaborasi dengan raksasa token emas dunia, Tether Gold (XAUT).
Lewat program ini, investor kripto tanah air bisa mendapatkan hadiah berupa token XAUT. Bukan sembarang token, XAUT merupakan aset digital yang masing-masing didukung oleh 1 troy ounce emas fisik berstandar London Bullion Market Association (LBMA) yang tersimpan aman di Swiss.
"Peluncuran Launchpool XAUT merupakan langkah strategis OSL Indonesia dalam menghadirkan produk investasi berbasis aset riil dengan standar institusional," ujar CEO OSL Indonesia, Iqbal Wan, dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Asyiknya, program Launchpool ini tidak memungut biaya partisipasi. Investor cukup mengalokasikan aset mereka di platform, lalu reward berupa XAUT akan terakumulasi secara proporsional dan bisa langsung diklaim ke wallet pengguna.
Iqbal menambahkan, inisiatif ini diharapkan jadi kiblat bagi perusahaan lokal lainnya untuk mengembangkan inovasi di sektor RWA.
"Kami bangga menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus berperan aktif mendorong ekosistem Web3 melalui kolaborasi global dengan Tether," tambahnya.
Langkah OSL ini sejalan dengan komitmen mereka untuk memperluas inklusi keuangan digital. Dengan makin populernya aset berbasis emas yang di-tokenized, batasan antara investasi konvensional dan dunia kripto kini semakin tipis.
Baca Juga: Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya