Bisnis / Keuangan
Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB
Berdasarkan data terbaru dari Indonesian Blockchain Association, Indonesia kini nangkring di peringkat ketiga global dalam minat terhadap Real World Assets (RWA), dengan kontribusi mencapai 10,1% dari total minat dunia. Foto Gemini AI.
Baca 10 detik
  • Indonesia peringkat 3 dunia minat aset RWA dengan kontribusi 10,1% minat global.
  • OSL Indonesia rilis Launchpool XAUT, aset digital yang di-backing emas fisik Swiss.
  • Langkah OSL ini sejalan dengan komitmen mereka untuk memperluas inklusi keuangan digital.

Suara.com - Indonesia makin mengukuhkan posisinya sebagai "pemain kunci" di industri aset digital dunia. Berdasarkan data terbaru dari Indonesian Blockchain Association, Indonesia kini nangkring di peringkat ketiga global dalam minat terhadap Real World Assets (RWA), dengan kontribusi mencapai 10,1% dari total minat dunia.

Merespons tren ini OSL Indonesia resmi tancap gas. Centralized Crypto Exchange (CEX) yang sudah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini meluncurkan program Launchpool pertama di Indonesia yang berkolaborasi dengan raksasa token emas dunia, Tether Gold (XAUT).

Lewat program ini, investor kripto tanah air bisa mendapatkan hadiah berupa token XAUT. Bukan sembarang token, XAUT merupakan aset digital yang masing-masing didukung oleh 1 troy ounce emas fisik berstandar London Bullion Market Association (LBMA) yang tersimpan aman di Swiss.

"Peluncuran Launchpool XAUT merupakan langkah strategis OSL Indonesia dalam menghadirkan produk investasi berbasis aset riil dengan standar institusional," ujar CEO OSL Indonesia, Iqbal Wan, dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Asyiknya, program Launchpool ini tidak memungut biaya partisipasi. Investor cukup mengalokasikan aset mereka di platform, lalu reward berupa XAUT akan terakumulasi secara proporsional dan bisa langsung diklaim ke wallet pengguna.

Iqbal menambahkan, inisiatif ini diharapkan jadi kiblat bagi perusahaan lokal lainnya untuk mengembangkan inovasi di sektor RWA.

"Kami bangga menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus berperan aktif mendorong ekosistem Web3 melalui kolaborasi global dengan Tether," tambahnya.

Langkah OSL ini sejalan dengan komitmen mereka untuk memperluas inklusi keuangan digital. Dengan makin populernya aset berbasis emas yang di-tokenized, batasan antara investasi konvensional dan dunia kripto kini semakin tipis. 

Baca Juga: Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Load More