Bisnis / Keuangan
Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (kedua dari kiri), dalam program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 di Jakarta, Kamis (3/4/2026). [Suara.com/Rina]
Baca 10 detik
  • OJK menyelenggarakan program GERAK Syariah 2026 di Jakarta untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.
  • Total aset keuangan syariah per Desember 2025 mencapai Rp3.100 triliun dengan pertumbuhan pembiayaan perbankan sebesar 9,58 persen.
  • Program GERAK Syariah 2026 berhasil melibatkan lebih dari 8,3 juta peserta serta menyalurkan dana sosial Rp86,2 miliar.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pertumbuhan sektor jasa keuangan syariah yang stabil menunjukkan potensi besar dalam mendukung ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik menjadi kekuatan penting bagi perekonomian Indonesia. Dengan populasi muslim mencapai 244,7 juta orang, potensi pengembangan sektor ini sangat besar,” ujarnya di Jakarta, Kamis (3/4/2026).

Dia merinci total aset keuangan syariah mencapai Rp3.100 triliun per Desember 2025. Angka ini meningkat sebesar 8,61 persen secara tahunan (year on year/yoy).Kinerja ini ditopang oleh intermediasi yang terus menguat.

"Pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,58 persen menjadi Rp705 triliun, seiring kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 10,14 persen," jelasnya.

Ia menambahkan, OJK terus mendorong sektor keuangan syariah agar berkontribusi terhadap program prioritas pemerintah, termasuk melalui penguatan pembiayaan bagi UMKM, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga pengentasan kemiskinan.

Friderica berharap sinergi yang terbangun selama Ramadan dapat berlanjut sepanjang tahun untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Ilustrasi keuangan syariah. (Freepik)

Senada, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan syariah.

“Dengan bergerak bersama, literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih cepat, menjangkau masyarakat lebih luas, serta mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Dicky.

Baca Juga: OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar

Sepanjang pelaksanaan GERAK Syariah 2026, tercatat 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, dan 890 kegiatan sosial. Jumlah peserta edukasi mencapai 8.350.391 orang, meningkat 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi kinerja, penghimpunan dana keuangan syariah mencapai Rp6,83 triliun, sementara penyaluran dana sebesar Rp6,86 triliun. Keduanya menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, program ini juga memberikan dampak sosial yang luas dengan total penerima manfaat mencapai 266.421 orang dan dana sosial tersalurkan sebesar Rp86,2 miliar.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 158.203 penerima manfaat dengan dana Rp30,75 miliar.

Friderica menilai capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keuangan syariah sekaligus fondasi penting bagi penguatan ekonomi syariah nasional.

Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia yang juga Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keuangan syariah memiliki keterkaitan erat dengan sektor ekonomi riil.

Load More