- Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan melemah awal pekan ini akibat tekanan jual dan sentimen negatif dari pasar domestik.
- Transparansi kepemilikan saham emiten besar serta ketegangan konflik Timur Tengah menjadi faktor utama penghambat penguatan indeks saham.
- Para analis menyarankan investor tetap waspada dan selektif memilih saham saat melakukan transaksi di tengah tingginya volatilitas pasar.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan diproyeksikan cenderung melemah. Hal ini kombinasi sentimen global dan domestik yang masih membanyangi pasar modal.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support di level 6.924 dan resistance di 7.118.
Secara teknikal, indikator RSI disebut mulai menurun dan mendekati area oversold, yang mencerminkan tekanan jual masih cukup kuat.
Menurut Audi, pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen utama. Pertama, meningkatnya perhatian terhadap transparansi Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada emiten berkapitalisasi besar, seperti Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA).
Kondisi ini dinilai berpotensi memicu respons negatif pasar akibat kekhawatiran likuiditas dan penyesuaian harga (repricing).
“Risiko capital outflow asing juga dapat meningkat apabila MSCI mengecualikan saham-saham tersebut dari indeks,” ujar Audi saat dihubungi Suara.com, Senin (6/4/2026).
Sentimen kedua berasal dari faktor global, yakni meningkatnya probabilitas eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya Iran, setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana serangan lanjutan.
Kondisi ini dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga energi, terutama minyak dan gas, yang dapat berdampak pada inflasi global serta memperlambat penurunan suku bunga.
Dalam kondisi tersebut, Audi merekomendasikan sejumlah saham berbasis analisis teknikal, antara lain BSDE dengan strategi buy on break di level 770 (support 720, resistance 815) serta CPIN dengan strategi trading buy (support 4.030, resistance 4.530).
Baca Juga: Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan level support di 7.000 dan resistance di 7.050.
Herditya mengatakan, tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi oleh konflik Timur Tengah yang belum mereda serta rilis data ekonomi terbaru sebelum libur panjang.
“Sentimen global masih dominan dan berpotensi menahan penguatan IHSG dalam jangka pendek,” ujarnya.
Dengan berbagai sentimen tersebut, pelaku pasar diimbau tetap waspada dan selektif dalam mengambil keputusan investasi di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Ia pun menyarankan investor mencermati beberapa saham seperti INDY di rentang 3.550–3.710, VKTR di 860–920, serta WIFI di kisaran 2.420–2.700.
Berita Terkait
-
Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
-
IHSG Masih Diramal Bakal Tertekan, Cek Saham Hari Ini yang Cuan
-
IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara
-
IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran
-
IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Hormati Kontrak, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas pada 2026
-
Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam
-
Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok
-
Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI
-
Saham TPIA Terjun ke Level Terendah Hingga Isu Margin Call, Manajemen Buka Suara
-
ESDM Siapkan Gas CNG 3 Kg Pengganti LPG, Begini Skemanya
-
Mendag Siapkan Aturan Baru usai BUMN Ekspor PT DSI Dibentuk Danantara
-
Promo JSM Superindo Terbaru Minggu Ini 22-24 Mei 21026, Daging Ayam Diskon 40 Persen!
-
Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto
-
Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand