- Pada Senin (30/3/2026), IHSG di BEI dibuka terkoreksi 1,08% dipicu tren *risk-off* bursa Asia terkait konflik AS-Iran.
- Koreksi didorong faktor global meliputi perpanjangan aksi militer AS dan blokade Selat Hormuz oleh Iran.
- Investor disarankan waspada dan menerapkan strategi *wait and see* sambil menunggu data inflasi domestik dan AS.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka terkoreksi pada perdagangan Senin (30/3/2026) pagi.
Pelemahan ini sejalan dengan tren bursa saham di kawasan Asia yang cenderung menghindari aset berisiko (risk-off) akibat ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang telah memasuki pekan kelima.
IHSG mencatatkan penurunan sebesar 76,53 poin atau 1,08 persen ke posisi 7.020,53. Selaras dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga merosot 1,53 persen ke level 707,96.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memprediksi pergerakan indeks akan cenderung melemah dalam rentang support 6.938 dan resistance 7.260. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelemahan, sementara RSI mulai mendekati area jenuh jual (oversold).
“Pergerakan IHSG awal pekan kami perkirakan masih terbatas dengan kecenderungan melemah,” jelas Oktavianus.
Sementara, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, juga mengamini potensi koreksi tersebut dengan rentang pergerakan support di 7.059 dan resistance di 7.136.
Sejumlah faktor global menjadi pemberat IHSG pada awal pekan ini:
Perpanjangan Aksi AS terhadap Infrastruktur Energi Iran: Washington memperpanjang aksi militernya hingga 6 April 2026, yang diperparah dengan pengerahan 10.000 pasukan tambahan.
Blokade Selat Hormuz: Garda Revolusi Iran (IRGC) memperketat pengawasan kapal yang melintasi Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya menyalurkan 15-20 juta barel minyak per hari.
Baca Juga: Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
Lonjakan Harga Minyak Global: Harga minyak mentah Brent dan WTI bertahan di atas 100 dolar AS per barel, tertinggi sejak 2022. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi global yang dapat memaksa bank sentral menahan suku bunga tinggi lebih lama.
Ketidakstabilan Politik AS: Munculnya aksi demonstrasi besar-besaran "No Kings" di 3.000 titik wilayah AS menentang kebijakan Presiden Donald Trump menambah lapisan risiko terhadap stabilitas kebijakan ekonomi global.
Di dalam negeri, pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Teheran. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Iran telah memberikan izin bagi dua kapal tanker Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, untuk melintasi Selat Hormuz.
Meski begitu, kapasitas kedua kapal tersebut hanya setara dengan kebutuhan BBM nasional selama 1 hingga 1,5 hari, yang menggarisbawahi rapuhnya ketahanan energi domestik terhadap gangguan pasokan global jangka panjang.
Analis menyarankan investor untuk tetap waspada dan menerapkan strategi wait and see sembari menunggu rilis data inflasi Indonesia, data tenaga kerja (payroll) AS, serta kebijakan mitigasi krisis BBM dari pemerintah.
Berdasarkan analisis teknikal, beberapa saham yang patut dicermati antara lain:
Berita Terkait
-
Iran Bikin Zionis Israel Boncos! Tembak Jatuh 5 Drone Rp169 Miliar
-
Iran Serang Zona Industri Israel, Ciptakan 'Kiamat' Kimia di Beersheba
-
Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
-
Iran Bongkar Rencana Licik AS, Jadi Alasan Ogah Negosiasi
-
Tak Ada 'Hilal' Perang AS - Israel vs Iran Berakhir
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900
-
BRI Multiguna Karya, Solusi Renovasi Rumah Nyaman Setelah Lebaran
-
Antam Tersedia di Pegadaian, Cek Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 Hari Ini
-
Lo Kheng Hong Punya Saham BUMI? Intip Portofolio Terkini 'Warren Buffet' Indonesia
-
Harga Minyak Tembus 116 Dolar AS, Kendaraan Listrik Bakal Makin Laris?
-
Profil PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Emiten Produsen Emas, Pembuat EMASKU
-
Misteri Kapal Tanker Iran yang Ditahan di Indonesia, Bagaimana Statusnya Kini?
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI