- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil dan tidak naik hingga akhir 2026.
- Pemerintah menerapkan efisiensi anggaran guna menjaga defisit APBN agar tidak melebihi batas maksimal tiga persen tahun ini.
- Pemerintah memiliki cadangan saldo anggaran lebih sebesar Rp420 triliun untuk menjamin stabilitas keuangan negara saat terjadi krisis.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 imbas perang Amerika Serikat vs Iran.
"Saya ingin menegaskan bahwa subsidi terhadap BBM-BBM subsidi itu akan terus diadakan sampai dengan akhir tahun," katanya saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4/2026).
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau Pemerintah sudah melakukan perhitungan apabila harga minyak dunia naik dengan rata-rata 100 Dolar AS per Barel sampai akhir tahun.
Bendahara Negara juga mengklaim perhitungan lain seperti efisiensi anggaran maupun pemotongan juga akan berdampak pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak melebihi 3 persen.
"Dan dengan exercise yang lain, pemotongan di sana=sini, penghematan di sana-sini, kita bisa pastikan defisitnya masih di sekitar 2,9 persen. Jadi ingin menegaskan lagi bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, dan anggaran saya cukup," bebernya.
Purbaya lalu mengatakan kalau dana saldo anggaran lebih (SAL) milik Pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia (BI) masih ada Rp 420 triliun. Jika diperlukan, dana ini bisa dipakai agar APBN tetap sehat.
Namun ia percaya diri kalau kenaikan harga minyak dunia masih tetap stabil sesuai perhitungan Pemerintah.
"Kalau kepepet itu masih bisa dipakai, tapi rasanya sih kita ke sana masih jauh karena harga minyak kecil peluangnya bertahan di atas 100 (Dolar AS per Barel) untuk waktu yang berkepanjangan, kalau kita lihat politiknya di Amerika Serikat seperti apa," ucapnya.
Lebih lanjut Purbaya meminta publik untuk tidak khawatir soal kenaikan harga BBM subsidi buntut perang AS vs Iran. Ia pun berkelakar kalau Pemerintah memiliki dana yang cukup.
Baca Juga: Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026
"Saya ingin menegaskan lagi, masyarakat enggak usah khawatir, enggak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang. Gini-gini uangnya banyak nih, kaya lah. Jadi uang kita cukup," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026
-
Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa Hak Orang Miskin Diotak-Atik?
-
Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa
-
Harga BBM Nonsubsidi Naik atau Tidak? Bahlil Buka Suara
-
Mengapa Hidupkan Lagi Insentif EV Bisa Redam Krisis Energi Akibat Konflik Timteng?
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja
-
Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru
-
Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru
-
Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH
-
Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah
-
Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan