- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sedang membahas kebijakan harga BBM non-subsidi bersama Pertamina dan pihak operator swasta.
- Pembahasan dilakukan di Jakarta pada Senin, 6 April 2026, guna merumuskan penetapan harga yang tepat bagi masyarakat.
- Pemerintah belum memutuskan kenaikan harga, sehingga seluruh harga BBM saat ini masih mengacu pada ketetapan Maret lalu.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengaku bahwa pihaknya masih melakukan pembahasan dengan Pertamina dan operator SPBU swasta terkait dengan harga BBM non-subsidi.
Sebagaimana diketahui, pemerintah belum memutuskan harga BBM non-subsidi, meski saat ini harga minyak dunia terus mengalami kenaikan akibat perang yang terjadi di Timur Tengah.
"Menyangkut dengan harga BBM non-subsidi, kita lagi melakukan pembahasan. Nah pembahasan ini sudah barang tentu melibatkan juga adalah badan swasta lainnya," kata Bahlil saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (6/4/2026).
Bahlil menyebut, dalam pembahasan itu pemerintah dengan badan usaha swasta tengah mencari formula yang tepat,"
"Dan sampai dengan sekarang, kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana. Nah tunggu sampai selesai, saya akan kabari," ujarnya.
"Yang jelas bahwa pemerintah sangat memahami kondisi yang hari ini masyarakat, yang ada di tengah-tengah masyarakat," sambung lagi.
Hingga saat ini, pemerintah pemerintah belum memutuskan untuk menaikkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi.
Tercatat harga BBM non-subsidi di SPBU Pertamina dan swasta masih menggunakan harga yang berlaku pada Maret lalu.
Adapun harga produk BBM di SPBU Pertamina, yakni Pertalite dibanderol Rp 10.000 per liter, solar (gasoil) yaitu produk Biosolar dibanderol Rp 6.800 per liter. Kedua produk tersebut merupakan BBM bersubsidi.
Baca Juga: Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan
Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax dijual seharga Rp 12.300 per liter, Pertamax Green Rp 12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp 13.100 per liter, Dexlite Rp 14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter.
Berita Terkait
-
Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz
-
Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!
-
HIPMI Perkirakan Harga Pertamax Capai Rp 13.500, Begini Hitungannya
-
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Indonesia
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Secara Konsolidasi, BTN Raup Untung Rp 1,45 Triliun Hingga April 2026
-
Bulog Siapkan Bansos Beras 20 Kg, Tapi Tunggu Lampu Hijau Pemerintah
-
Kolaborasi BTN dan KAI Hadirkan 5.400 Unit Hunian TOD Baru
-
5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia
-
IPA Convex 2026: PHE Pertegas Komitmen Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Percepatan Transisi Energi
-
Rosan Masih Rahasiakan Struktur Pengurus Danantara Sumberdaya Indonesia
-
BTN Catatkan Laba Bersih Segmen Bank Rp 1,16 Triliun Hingga April 2026
-
Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank
-
Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100
-
Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun