Bisnis / Keuangan
Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
Baca 10 detik
  • Rupiah turun 0,25 persen dibanding penutupan sebelumnya, seiring penguatan indeks dolar. 
  • Kekhawatiran konflik Timur Tengah dan ancaman dari Donald Trump memicu tekanan global. 
  • Baht Thailand, peso Filipina, ringgit Malaysia, hingga won Korea kompak melemah terhadap dolar AS.

Suara.com - Pergerakan rupiah masih memburuk pada awal pembukaan Selasa, 7 April 2026. Adapun, indeks dolar terus menguat dan menekan rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp 17.078 AS per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang garuda itu pun melemah 0,25 persen dibanding penutupan pada Kamis (2/4/2026) yang berada di level Rp 17.035 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.037 per dolar AS. 

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen global. Termasuk, perang di Timur Tengah.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.

Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]

Lukman melanjutkan, pernyataan Trump yang akan mengebom pembangkit listrik di Iran membuat mata uang dunia tertekan, termasuk rupiah.

 "Trump kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada hari Selasa. Range Rp 17.000 - Rp 17.100," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung melemah. Hal itu terlihat dari baht Thailand mengalami pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,38 persen. Disusul, peso Filipina yang ambles 0,25 persen

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang tertekan 0,24 persen dan won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,17 persen Lalu, dolar Singapura turun 0,16 persen.

Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Berikutnya, yen Jepang tergelincir 0,13 persen dan dolar Taiwan melemah tipis 0,08 persen di pagi ini.

Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik tipis 0,01 persen terhadap the greenback.

Load More