- Rupiah turun 0,25 persen dibanding penutupan sebelumnya, seiring penguatan indeks dolar.
- Kekhawatiran konflik Timur Tengah dan ancaman dari Donald Trump memicu tekanan global.
- Baht Thailand, peso Filipina, ringgit Malaysia, hingga won Korea kompak melemah terhadap dolar AS.
Suara.com - Pergerakan rupiah masih memburuk pada awal pembukaan Selasa, 7 April 2026. Adapun, indeks dolar terus menguat dan menekan rupiah.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot dibuka ke level Rp 17.078 AS per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang garuda itu pun melemah 0,25 persen dibanding penutupan pada Kamis (2/4/2026) yang berada di level Rp 17.035 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.037 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen global. Termasuk, perang di Timur Tengah.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman melanjutkan, pernyataan Trump yang akan mengebom pembangkit listrik di Iran membuat mata uang dunia tertekan, termasuk rupiah.
"Trump kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada hari Selasa. Range Rp 17.000 - Rp 17.100," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang Asia cenderung melemah. Hal itu terlihat dari baht Thailand mengalami pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,38 persen. Disusul, peso Filipina yang ambles 0,25 persen
Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang tertekan 0,24 persen dan won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,17 persen Lalu, dolar Singapura turun 0,16 persen.
Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi
Berikutnya, yen Jepang tergelincir 0,13 persen dan dolar Taiwan melemah tipis 0,08 persen di pagi ini.
Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik tipis 0,01 persen terhadap the greenback.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi