- Analis Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas domestik berpotensi menguat hingga menyentuh level tiga juta rupiah per gram pekan depan.
- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi katalis utama yang mendorong kenaikan harga logam mulia tersebut.
- Investor perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek menuju level support karena harga emas diprediksi akan bergerak cukup fluktuatif.
Suara.com - Harga emas logam mulia diperkirakan bergerak fluktuatif dalam minggu ini dengan kecenderungan menguat. Sebab, bisa berpotensi menembus level psikologis baru.
Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan harga emas saat ini berada di kisaran Rp2.857.000 per gram. Di sisi lain, peluang kenaikan harga emas tetap terbuka lebar.
Ibrahim memperkirakan resistance pertama berada di Rp2.890.000 per gram. Jika berhasil menembus level tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga Rp3.000.000 per gram.
“Level Rp3 juta per gram ini menjadi target berikutnya dan berpotensi tercapai pada pekan depan,” ujarnya dalam risetnya, Senin (6/4/2026).
Kata dia, penguatan harga emas turut dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang diproyeksikan melemah. Ibrahim memperkirakan rupiah dapat bergerak menuju kisaran Rp17.120 per dolar AS dalam waktu dekat.
"Kondisi pelemahan rupiah tersebut dinilai akan menjadi katalis positif bagi harga emas domestik, sehingga membuka peluang bagi logam mulia untuk mencetak rekor harga baru," bebernya.
Namun, ia mengingatkan, adanya potensi koreksi dalam jangka pendek. Menurutnya, tekanan tersebut dapat membawa harga emas turun ke bawah Rp2.800.000 per gram dalam waktu dekat.
“Jika terjadi pelemahan, harga emas berpeluang turun ke level support pertama di Rp2.827.000 per gram, dan support kedua di Rp2.780.000 per gram,” ujar Ibrahim.
Meski demikian, pergerakan ini dinilai masih dalam fase konsolidasi sebelum kembali menguat.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
Dengan dinamika tersebut, investor disarankan mencermati level support dan resistance serta perkembangan nilai tukar sebagai faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan emas dalam jangka pendek," tandasnya.
Berita Terkait
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Kompak Menguat!
-
Kurs Rupiah Akhirnya Tembus Rp 17.000
-
Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk
-
Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
-
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi