- Rupiah ditutup di Rp17.105 per dolar AS, melemah 0,41 persen dan menjadi level terendah sepanjang sejarah.
- Kekhawatiran konflik Timur Tengah serta penguatan indeks dolar AS menekan mata uang Asia.
- Kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit APBN, terutama jika harga BBM tidak disesuaikan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terperosok jatuh ke level paling rendah sepanjang sejarah hingga akhir perdagangan Selasa, 7 April 2026.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp 17.105 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,41 persen dibanding penutupan pada Senin (6/4/2026) yang berada di level Rp 17.035 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 17.092 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh sentimen global di Timur Tengah yang belum mereda.
"Rupiah terekan oleh sentimen risk off oleh kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah. Walau sentimen eksternal masih beragam, investor masih terpecah, beberapa masih memperkirakan akan ada perdamaian, beberapa mengantisipasi eskalasi," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Lukman menyebut, harga minyak mentah yang naik terus akan semakin membebani anggaran pemerintah. Pasalnya, Indonesia tidak menaikkan harga minyak mentah sehingga membuat defisit anggaran membengkak.
"Terlebih tidak dinaikkannya harga bbm, tidak sedikit yang memperkirakan defisit akan tetap melewati 3 persen walau anggaran MBG dikurangi. Kondisi rupiah akan sangat tergantung pada perkembangan dalam pemerintah beberapa hari ke depan," jelasnya
Sementara itu, Indeks dolar AS tercatat naik tipis 0,05 persen ke level 100,03, mendekati puncak pekan lalu di 100,64 yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2025. Kenaikan ini membuat mata uang Asia juga melemah termasuk Indonesia.
Baca Juga: Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Proyeksi Pasar AHNWI Melejit 10 Persen, Prudential Bidik Orang Kaya RI
-
Zulhas Pasang Badan: Meski Dunia Membara, Stok Pangan RI Aman Hingga 2027!
-
OJK: Harus Ada Sanksi Pidana untuk Financial Influencer di Medsos dalam RUU P2SK
-
Zulhas Akui Konflik Global Hantam Ekonomi RI: Karung Gabah Langka, Ongkos Pesawat Melejit!
-
Kepala BGN: Pengadaan 25.000 Motor Listrik untuk Kepala SPPG
-
RKAB Batubara 2026 Hampir Rampung, Dekati Angka 600 Juta Ton
-
IHSG Justru Melorot di Sesi I, 398 Saham Merah
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
CIMB Niaga Bidik Nasabah Pelaku Usaha dari UMKM hingga Korporasi
-
Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup