- PT Yasa Artha Trimanunggal: Perusahaan logistik & alkes sejak 2016, penyedia trail listrik MBG.
- Anggaran Fantastis: Harga Rp 49,95 juta per unit, status off the road & belum termasuk garansi.
- Sorotan Publik: Urgensi motor trail listrik mahal dalam distribusi makanan picu kritik efisiensi.
Suara.com - Jagat media sosial tengah riuh rendah. Bukan soal menu makanannya, melainkan tunggangan operasionalnya. Puluhan ribu unit motor trail dengan logo Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak jadi buah bibir netizen. Kendaraan tangguh ini disiapkan untuk mengawal program ambisius Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, di balik gagahnya deretan motor trail tersebut, publik mulai melontarkan pertanyaan kritis seberapa darurat kebutuhan motor trail untuk membagikan makanan, dan siapa sebenarnya penyedianya?
Berdasarkan penelusuran data dari laman Inaproc, pengadaan motor trail listrik bermerek Emmo JVX GT ini dipercayakan kepada PT Yasa Artha Trimanunggal. Sebuah langkah yang cukup berani di tengah sorotan efisiensi anggaran negara.
Bukan angka kaleng-kaleng. Harga yang tercantum untuk satu unit motor trail listrik ini mencapai Rp 49,95 juta. Angka tersebut memang sudah termasuk PPN 12 persen, namun ada catatan tebal yang menjadi perhatian para pengamat kebijakan publik.
Harga nyaris Rp 50 juta itu ternyata masih berstatus off the road. Artinya, pemerintah masih harus merogoh kocek tambahan untuk pengurusan surat-kendaraan (STNK dan BPKB) agar layak jalan di aspal publik. Lebih mengejutkan lagi, harga tersebut dikabarkan belum mencakup garansi.
Berdasarkan laman resminya, PT Yasa Artha Trimanunggal adalah perusahaan yang bergerak dibidang Jasa Logistik, pengadaan, alat kesehatan dan ekspor-impor yang didirikan sejak tahun 2016 dan berdomisili di Jakarta.
Layanan logistiknya berada di seluruh wilayah di Indonesia, untuk berbagai kebutuhan individu, industri dan usaha lainnya.
Dalam lamannya juga perusahaan juga menyediakan layanan pengadaaan motor listrik. Perusahaan juga diketahui baru mengakuisisi maskapai perintis SAM Air beberapa waktu lalu dan membeli pesawat dari PTDI.
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi riuh video viral mengenai puluhan ribu motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya sempat menolak usulan pengadaan kendaraan operasional tersebut pada tahun lalu.
Baca Juga: Purbaya Sempat Tolak Pengadaan Motor untuk Kepala SPPG
Purbaya menegaskan, pada prinsipnya anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diprioritaskan untuk penyediaan makanan bagi masyarakat, bukan untuk belanja modal seperti komputer atau kendaraan dalam jumlah besar.
"Tahun lalu sempat kita tidak mau, kita tolak untuk beli komputer yang terlalu banyak dan beli motor. Tapi untuk yang sekarang (viral), saya belum tahu detailnya, saya akan cek lagi," ujar Purbaya dalam diskusi media di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4).
Menurut Purbaya, mitra pengelola MBG seharusnya sudah mendapatkan keuntungan yang cukup dari operasional program. Dengan margin tersebut, para mitra diharapkan mampu melakukan pengadaan kendaraan secara mandiri atau melalui skema cicilan, tanpa harus membebani anggaran negara secara langsung.
Di sisi lain, Kepala BGN Dadan Hindayana meluruskan simpang siur informasi di media sosial. Dadan membenarkan adanya pengadaan motor listrik tersebut sebagai bagian dari anggaran tahun 2025 untuk menunjang operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, Dadan membantah angka 70.000 unit yang beredar di masyarakat. Ia menyebut angka tersebut hoaks.
"Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari total 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," jelas Dadan. Saat ini, belasan ribu motor tersebut masih dalam proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan belum didistribusikan ke lapangan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput