- Cadangan devisa Indonesia pada April 2026 turun menjadi 148,2 miliar dolar AS, jumlah terendah dalam dua tahun terakhir.
- Jumlah cadangan devisa tersebut masih memenuhi standar kecukupan internasional untuk membiayai enam bulan impor dan pembayaran utang.
- Bank Indonesia meyakini posisi devisa tetap mampu menjaga stabilitas makroekonomi serta ketahanan sektor eksternal nasional secara berkelanjutan.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa kini tinggal 148,2 miliar dolar AS pada akhir Maret 2026, berkurang 3,7 miliar dolar AS seiring pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya menjaga nilai tukar rupiah.
Menurut data Bloomberg, ini adalah jumlah devisa terendah Indonesia dalam dua tahun terakhir, terhitung sejak Juli 2024. Stok devisa Indonesia berkurang sekitar 8,3 miliar dolar AS dalam tiga bulan pertama 2026.
Sebelumnya pada Februari BI mencatat cadangan devisa tercatat sebesar 151,9 miliar dolar AS, turun dari sekitar 154,6 miliar dolar AS pada Januari.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/4/2026) menilai bahwa posisi cadangan devisa Maret 2026 tetap tinggi.
Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Ramdan.
Bank sentral meyakini bahwa ke depan ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
BI pun terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu nilai tukar rupiah turun 1,3 persen pada Maret lalu, akibat dampak perang di Timur Tengah yang membuat harga minyak melambung tinggi.
Baca Juga: Gejolak Ekonomi Belum Reda, BI Perkuat Pengelolaan Cadangan Devisa
Tetapi pada Rabu pagi nilai tukar rupiah menguat 120 poin atau 0,70 persen menjadi Rp16.985 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.105 per dolar AS, setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan ke depan.
Berita Terkait
-
Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun
-
Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999
-
Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter
-
Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
-
Gagal Bayar Meningkat, Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi