- Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp16.999 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.
- Penguatan rupiah didorong sentimen positif pasar akibat keputusan gencatan senjata antara Trump dan Iran selama dua minggu.
- Tren positif ini turut memicu apresiasi berbagai mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS di pasar keuangan.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah mulai bangkit pada pembukaan hari ini. Sebelumnya, rupiah terus mengalami pelemahan hingga menyentuh level Rp17.105
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (8/4/2026) dibuka ke level Rp16.999 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,62 persen dibanding penutupan pada Selasa (7/4/2026) yang berada di level Rp 17.105 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.092 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi Trump yang memutuskan untuk gencatan senjata terhadap Iran.
"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS menyusul langkah Trump menunda penyerangan terhadap Iran untuk selama 2 minggu menyebabkan penurunan tajam pada harga minyak dan pulihnya sentimen di pasar," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, gencatan senjata ini membuat dolar tertekan. Sehingga, mata uang Asia lainnya menguat termasuk Indonesia.
"Mengingat gencatan senjata akan berlangsung selama 2 minggu, sentimen akan masih kuat paling tidak selama periode itu dan rupiah diharapkan masih akan menguat," katanya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia menguat. Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 1,7 persen. Disusul, baht Thailand yang melonjak 1,44 persen.
Selanjutnya ada peso Filipina yang terbang 1,31 persen dan ringgit Malaysia yang menanjak 1 persen. Lalu, yen Jepang terlihat naik 0,8 persen.
Berikutnya, dolar Singapura dan dolar Taiwan terlihat terapresiasi, masing-masing 0,59 persen dan 0,56 persen. Diikuti, yuan China yang terkerek 0,45 persen.
Baca Juga: Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter
Sedangkan, dolar Hong Kong menguat tipis 0,04 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Berita Terkait
-
Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat
-
Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD
-
Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935
-
Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya
-
Modal Asing yang Kabur dari Pasar Modal Tembus Rp19,63 Triliun, Apa Penyebabnya?
-
Panen Raya Jadi Bukti! Teknologi Benih Dongkrak Produktivitas Jagung
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026