Bisnis / Keuangan
Rabu, 08 April 2026 | 10:16 WIB
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp16.999 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.
  • Penguatan rupiah didorong sentimen positif pasar akibat keputusan gencatan senjata antara Trump dan Iran selama dua minggu.
  • Tren positif ini turut memicu apresiasi berbagai mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS di pasar keuangan.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah mulai bangkit pada pembukaan hari ini. Sebelumnya, rupiah terus mengalami pelemahan hingga menyentuh level Rp17.105 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (8/4/2026) dibuka  ke level Rp16.999  per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat  0,62 persen dibanding penutupan pada Selasa (7/4/2026) yang berada di level Rp 17.105 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.092 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi Trump yang memutuskan untuk gencatan senjata terhadap Iran.

"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS menyusul langkah Trump menunda penyerangan terhadap Iran untuk selama 2 minggu menyebabkan penurunan tajam pada harga minyak dan pulihnya sentimen di pasar," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, gencatan senjata ini membuat dolar tertekan. Sehingga, mata uang Asia lainnya menguat termasuk Indonesia.

"Mengingat gencatan senjata akan berlangsung selama 2 minggu, sentimen akan masih kuat paling tidak selama periode itu dan rupiah diharapkan masih akan menguat," katanya.

Ilustrasi Won Korea. [Pixabay]

Sementara itu, beberapa mata uang Asia menguat. Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 1,7 persen. Disusul, baht Thailand yang melonjak 1,44 persen.

Selanjutnya ada peso Filipina yang terbang 1,31 persen dan ringgit Malaysia yang menanjak 1 persen. Lalu, yen Jepang terlihat naik 0,8 persen.

Berikutnya, dolar Singapura dan dolar Taiwan terlihat terapresiasi, masing-masing 0,59 persen dan 0,56 persen. Diikuti, yuan China yang terkerek 0,45 persen.

Baca Juga: Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Sedangkan, dolar Hong Kong menguat tipis 0,04 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Load More