Bisnis / Makro
Jum'at, 10 April 2026 | 07:55 WIB
Ilustrasi [Antara]
Baca 10 detik
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp1,77 triliun pada saham perbankan besar di BEI tanggal 9 April 2026.
  • Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu kenaikan harga minyak mentah global serta menekan bursa saham Asia.
  • IHSG diprediksi berpotensi terkoreksi, sehingga investor disarankan menerapkan strategi beli saat harga melemah pada saham sektor energi.

Saham Meta Platforms meroket 2,6% setelah mereka memamerkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diklaim lebih mumpuni. Raksasa ritel Walmart dan perusahaan utilitas American Electric Power juga ikut menghijau, memberikan napas bagi bursa New York.

Siasat Trading Hari Ini: Mengintip Peluang di Saham Komoditas

Melihat kondisi IHSG yang rawan terkoreksi, strategi selective buying atau memburu saham yang sedang terdiskon (Buy on Weakness) menjadi pilihan yang lebih bijak.

BNI Sekuritas melalui Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman, menyodorkan beberapa ide trading untuk hari ini:

BUMI (Buy on Weakness): Area beli di 236-242 dengan target dekat di 248-252. Disiplin cutloss jika di bawah 236.

CPIN (Spec Buy): Area beli di 4.370-4.400, target di 4.450-4.500. Cutloss jika di bawah 4.300.

INDY & ESSA (Spec Buy): INDY menarik di area 3.630-3.650 dengan target 3.700-3.780. Sementara ESSA bisa dilirik di area 720-730 dengan target 740-755.

RAJA & MDKA (Spec Buy): RAJA di area 4.210-4.240 (Target: 4.280-4.340) dan MDKA di area 3.200-3.230 (Target: 3.300-3.350).

Kenaikan harga minyak akibat ketegangan di Selat Hormuz kemungkinan besar akan memberikan sentimen positif bagi saham-saham energi seperti INDY dan ESSA, sementara BUMI tetap menjadi perhatian pasar seiring volume perdagangannya yang dinamis.

Baca Juga: Jelang RUPS, BBRI Dikabarkan Bakal Bagi Dividen Lebih Besar


DISCLAIMER: Perdagangan saham dan aset kripto melibatkan risiko finansial yang signifikan. Analisis teknikal dan fundamental yang disajikan merupakan panduan berdasarkan data pasar terkini dan bukan jaminan keuntungan mutlak.

Load More