Bisnis / Makro
Kamis, 09 April 2026 | 08:15 WIB
PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk [CASH]
Baca 10 detik
  • Perusahaan fintech cashUP berencana melakukan rights issue senilai Rp237,2 miliar dengan menerbitkan 996,67 juta saham baru.
  • Aksi korporasi ini bertujuan memenuhi aturan modal minimum Bank Indonesia serta mendukung operasional dan infrastruktur teknologi.
  • Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam penerbitan saham baru tersebut akan mengalami dilusi kepemilikan sebesar 41,05 persen.

Suara.com - Di tengah ketatnya persaingan industri sistem pembayaran digital, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH)—yang kini bersalin rupa menjadi cashUP—memutuskan untuk mempertebal "dompet" perusahaan.

Emiten teknologi finansial ini mengumumkan rencana Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

CashUP membidik dana segar hingga Rp237,2 miliar. Dalam aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 996,67 juta saham baru. Angka ini setara dengan 41,05 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Langkah cashUP ini bukan sekadar gaya-gayaan ekspansi bisnis. Ada "tugas rumah" dari Bank Indonesia (BI) yang harus dipenuhi.

Merujuk pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/6/PBI/2021, setiap penyedia jasa pembayaran diwajibkan menjaga kecukupan permodalan sesuai dengan skala usahanya.

Beban kerja cashUP memang sedang berat-beratnya, dalam arti positif. Data internal menunjukkan lonjakan aktivitas yang signifikan:

  • Volume Transaksi: Melejit dari 1,5 juta transaksi (2024) menjadi 2,1 juta transaksi (2025), tumbuh 41,6%.
  • Nilai Transaksi: Melonjak drastis dari Rp0,9 triliun menjadi Rp1,6 triliun, atau meroket 77,8%.

"Seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi, perseroan perlu memastikan kapasitas operasional dan struktur permodalan tetap memadai," tulis manajemen cashUP dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Alokasi Dana dan Risiko Bagi Pemegang Saham

Lantas, akan dikemanakan dana ratusan miliar tersebut? Manajemen menyebutkan tiga pos utama:

Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

  1. Pelunasan utang perusahaan.
  2. Modal kerja untuk menopang operasional harian.
  3. Belanja modal (Capex), terutama untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi agar sistem mereka tidak "tumbang" saat transaksi terus meroket.

Namun, ada catatan penting bagi Anda pemegang saham CASH. Jika Anda tidak ikut mengambil hak dalam rights issue ini, bersiaplah menghadapi risiko dilusi kepemilikan hingga maksimal 41,05 persen.

Artinya, porsi kepemilikan saham Anda di perusahaan akan "terkikis" karena masuknya modal baru dari pihak lain.

Aksi korporasi ini menjadi pembuktian bagi cashUP untuk tetap tegak di industri fintech yang semakin padat pemain. Bagi pasar, ini adalah sinyal bahwa perusahaan sedang berupaya naik kelas, meski harus dibayar dengan penggalangan dana dari investor.


DISCLAIMER: Informasi ini bersifat berita ekonomi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investasi saham memiliki risiko pasar yang dinamis. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.

Load More