- Perusahaan fintech cashUP berencana melakukan rights issue senilai Rp237,2 miliar dengan menerbitkan 996,67 juta saham baru.
- Aksi korporasi ini bertujuan memenuhi aturan modal minimum Bank Indonesia serta mendukung operasional dan infrastruktur teknologi.
- Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam penerbitan saham baru tersebut akan mengalami dilusi kepemilikan sebesar 41,05 persen.
Suara.com - Di tengah ketatnya persaingan industri sistem pembayaran digital, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH)—yang kini bersalin rupa menjadi cashUP—memutuskan untuk mempertebal "dompet" perusahaan.
Emiten teknologi finansial ini mengumumkan rencana Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
CashUP membidik dana segar hingga Rp237,2 miliar. Dalam aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 996,67 juta saham baru. Angka ini setara dengan 41,05 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Langkah cashUP ini bukan sekadar gaya-gayaan ekspansi bisnis. Ada "tugas rumah" dari Bank Indonesia (BI) yang harus dipenuhi.
Merujuk pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/6/PBI/2021, setiap penyedia jasa pembayaran diwajibkan menjaga kecukupan permodalan sesuai dengan skala usahanya.
Beban kerja cashUP memang sedang berat-beratnya, dalam arti positif. Data internal menunjukkan lonjakan aktivitas yang signifikan:
- Volume Transaksi: Melejit dari 1,5 juta transaksi (2024) menjadi 2,1 juta transaksi (2025), tumbuh 41,6%.
- Nilai Transaksi: Melonjak drastis dari Rp0,9 triliun menjadi Rp1,6 triliun, atau meroket 77,8%.
"Seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi, perseroan perlu memastikan kapasitas operasional dan struktur permodalan tetap memadai," tulis manajemen cashUP dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Alokasi Dana dan Risiko Bagi Pemegang Saham
Lantas, akan dikemanakan dana ratusan miliar tersebut? Manajemen menyebutkan tiga pos utama:
Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret
- Pelunasan utang perusahaan.
- Modal kerja untuk menopang operasional harian.
- Belanja modal (Capex), terutama untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi agar sistem mereka tidak "tumbang" saat transaksi terus meroket.
Namun, ada catatan penting bagi Anda pemegang saham CASH. Jika Anda tidak ikut mengambil hak dalam rights issue ini, bersiaplah menghadapi risiko dilusi kepemilikan hingga maksimal 41,05 persen.
Artinya, porsi kepemilikan saham Anda di perusahaan akan "terkikis" karena masuknya modal baru dari pihak lain.
Aksi korporasi ini menjadi pembuktian bagi cashUP untuk tetap tegak di industri fintech yang semakin padat pemain. Bagi pasar, ini adalah sinyal bahwa perusahaan sedang berupaya naik kelas, meski harus dibayar dengan penggalangan dana dari investor.
DISCLAIMER: Informasi ini bersifat berita ekonomi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investasi saham memiliki risiko pasar yang dinamis. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
BRI Life Incar Pasar Kesehatan Premium
-
Prabowo Keliling ke Banyak Negara untuk Amankan Pasokan Minyak Indonesia
-
Konflik Iran-AS Mereda, Wall Street Terus Melejit
-
Prabowo Klaim Ekonomi RI Masih Kuat di Tengah Perang, Ini Datanya
-
Harga Emas Galeri 24, Antam dan UBS Naik Dua Hari Beruntun!
-
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
-
Tak Hanya Listrik, Energi Panas Bumi Bisa untuk Ketahanan Pangan
-
BBCA Hingga BBNI Diborong Asing, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
-
5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
-
Prabowo Beri Bahlil 1 Minggu untuk Evaluasi Tambang Ilegal