- Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp1,77 triliun pada saham perbankan besar di BEI tanggal 9 April 2026.
- Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran memicu kenaikan harga minyak mentah global serta menekan bursa saham Asia.
- IHSG diprediksi berpotensi terkoreksi, sehingga investor disarankan menerapkan strategi beli saat harga melemah pada saham sektor energi.
Suara.com - Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) nampaknya harus memasang sabuk pengaman lebih kencang pagi ini. Meski pada perdagangan Kamis (9/4/2026) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,39%, ada "bom waktu" yang tersembunyi di balik angka tersebut.
Data menunjukkan aksi jual bersih (net sell) investor asing yang sangat masif, mencapai angka Rp1,77 triliun. Menariknya, saham-saham yang dilepas adalah tulang punggung indeks kita, yakni duo perbankan raksasa BBCA dan BBRI, disusul oleh BMRI, BUMI, dan BRPT.
Fenomena "pulang kampung"-nya dana asing ini menjadi sinyal merah bahwa pasar domestik sedang berada dalam posisi yang rapuh.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi akan mengalami tekanan atau potensi koreksi. Landasan support indeks kini berada di rentang 7.250–7.300, sementara area resistance yang cukup berat untuk ditembus berada di level 7.330–7.400.
Jika aksi jual asing berlanjut, bukan tidak mungkin indeks akan menguji level psikologis yang lebih rendah.
Drama Selat Hormuz: Gencatan Senjata yang "Rapuh"
Gairah pasar yang sempat memuncak akibat berita damai antara Amerika Serikat dan Iran kini berubah menjadi ketidakpastian baru.
Bursa Asia pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi cenderung melemah; Nikkei Jepang terkoreksi 0,73% dan Kospi Korea Selatan anjlok hingga 1,61%.
Pemicunya adalah "drama" di Selat Hormuz. Iran dilaporkan kembali menutup jalur vital pengiriman minyak dunia tersebut pada Rabu malam.
Baca Juga: Jelang RUPS, BBRI Dikabarkan Bakal Bagi Dividen Lebih Besar
Langkah ini merupakan respons keras Teheran atas serangan Israel ke Lebanon yang dinilai melanggar kesepakatan damai. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan terang-terangan menuduh Washington gagal menjaga komitmen dalam perjanjian gencatan senjata yang baru berumur jagung tersebut.
Penutupan kembali Selat Hormuz langsung membuat harga minyak mentah bereaksi. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kembali melompat lebih dari 3% ke level US$ 97,87 per barel, sementara Brent menguat di atas 1% ke level US$ 95,92 per barel.
Gejolak energi ini tentu menjadi beban tambahan bagi pasar saham Asia yang sangat sensitif terhadap biaya logistik dan inflasi.
Wall Street Bertahan di Balik Optimisme AI
Berbeda nasib dengan bursa Asia, kiblat pasar modal dunia, Wall Street, justru menutup perdagangan Kamis dengan penguatan. Pelaku pasar di Amerika nampaknya masih ingin percaya bahwa gencatan senjata dua minggu ini bisa bertahan, meskipun ada gangguan di lapangan.
Indeks S&P 500 naik 0,62%, Nasdaq menguat 0,83%, dan Dow Jones bertambah 0,58%. Penguatan ini tidak hanya didorong oleh isu geopolitik, tetapi juga oleh sentimen korporasi.
Berita Terkait
-
AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham
-
IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya
-
Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I
-
IHSG Terkoreksi Pagi Ini ke Level 7.238, Tapi Diproyeksi Menguat
-
Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik
-
Alasan Kemenhub Tak Otak-atik Harga Tiket Pesawat
-
Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik
-
Tensi Iran-AS Memanas, Harga Minyak Asia Menguat di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata
-
Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram
-
Strategi Hery Gunardi Bawa Transformasi BRI Menuju Era Perbankan Modern dan Inklusif
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
-
Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun
-
IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran