- IHSG turun ke level 7.238 di awal perdagangan, dengan jumlah saham turun lebih banyak dibanding yang naik.
- Sebanyak 2,33 miliar saham diperdagangkan dengan nilai Rp1,33 triliun dan frekuensi 175.500 kali dalam waktu singkat setelah pembukaan.
- IHSG diperkirakan bergerak di rentang support 7.200 dan resistance 7.300, dengan potensi kenaikan terbatas di tengah sentimen global yang belum stabil.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka memerah pada perdagangan Kamis, 9 April 2026. IHSG turun 0,56 persen ke level 7.238.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG masih berada di zona merah turun 0,65 persen ke level 7.231.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,33 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,33 triliun, serta frekuensi sebanyak 175.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 215 saham bergerak naik, sedangkan 293 saham mengalami penurunan, dan 450 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, TRUK, ROCK, SOTS, PEGE, ESIP, CASH.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, TEBE, GSMF, SHIP, WOMF, BBLD, KDTN, BATR, URBN.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan masih melanjutkan penguatan, meski dengan ruang kenaikan yang terbatas di tengah dinamika global yang belum sepenuhnya stabil.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG sebelumnya ditutup melonjak 4,42 persen ke level 7.279,2 pada perdagangan Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Kejar Target Modal dari Bank Indonesia, CASH Siapkan Rights Issue Rp237,2 Miliar
Penguatan ini didorong oleh sentimen positif global, terutama kabar gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan ketegangan geopolitik.
Sentimen tersebut juga mendorong penguatan mayoritas bursa Asia dan Eropa, serta lonjakan indeks di Wall Street. Di sisi lain, harga minyak dunia mengalami koreksi tajam, dengan WTI turun ke kisaran 95 dolar AS per barel dan Brent ke level 94 dolar AS per barel.
Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi 148,2 miliar dolar AS pada Maret 2026. Penurunan ini terjadi seiring langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Meski demikian, sentimen positif datang dari keputusan FTSE Russell yang tetap mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan kenaikan, namun dalam rentang terbatas.
"Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan secara terbatas dengan support di level 7.200 dan resistance di 7.300, namun pergerakan ini masih dikategorikan sebagai technical rebound di tengah ketidakpastian global," tulis riset tersebut.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan dalam riset tersebut antara lain BUVA, RAJA, dan OASA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja