- Harga minyak dunia meningkat pada Jumat (10/4) akibat ketegangan di Selat Hormuz yang masih melumpuhkan jalur pelayaran tangker.
- Penyusutan kapasitas produksi minyak Arab Saudi terjadi setelah infrastruktur energi utama dihantam serangan rudal dan drone Iran.
- Gangguan pasokan global ini memicu kekhawatiran kenaikan harga BBM yang berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi dunia secara signifikan.
Selain pipa utama, lapangan minyak Manifa dan Khurais milik kerajaan Saudi juga tidak luput dari sasaran. Beberapa kilang minyak juga dilaporkan menjadi target serangan terbaru, yang semakin memperburuk gangguan pasokan di pasar global.
Bagi Riyadh, rusaknya infrastruktur ini adalah pukulan telak karena mereka sangat bergantung pada jalur darat setelah pengiriman melalui jalur laut menjadi tidak layak akibat ancaman serangan Iran.
Analisis Goldman Sachs: Dampak ke Kantong Konsumen
Meski AS dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Selasa lalu sebagai imbalan atas pembukaan selat, kenyataan di lapangan berkata lain.
CEO perusahaan minyak negara Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi pada Kamis bahwa jalur air tersebut sebagian besar masih tertutup bagi pelayaran komersial.
Data menunjukkan bahwa impor dari wilayah Teluk kini anjlok di bawah 2 juta barel per hari. Dengan waktu perjalanan laut yang membengkak hingga beberapa minggu akibat rute yang memutar, para analis dari Goldman Sachs memberikan proyeksi yang kurang menyenangkan bagi konsumen.
Mereka menilai pembeli minyak dunia mungkin harus mulai mengandalkan stok cadangan (stockpiles) dan mencari sumber pasokan alternatif setidaknya untuk satu bulan ke depan.
Kondisi ini diprediksi akan terus menekan harga bahan bakar di tingkat retail. Jika harga terus melambung, daya beli masyarakat di kota-kota besar bisa mulai tergerus, yang pada akhirnya akan mulai membebani pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan.
Pasar kini hanya bisa menunggu: apakah diplomasi akan benar-benar membuka Selat Hormuz, ataukah harga minyak akan terus membara melewati angka US$ 100 per barel?
Baca Juga: Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon
Berita Terkait
-
Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
-
Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar
-
Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon
-
Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran
-
Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rupiah Mulai Menguat, tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp18.062
-
Link Resmi Pendaftaran Rekrutmen Pegawai SKK Migas 2026 Dibuka, Ini Syaratnya
-
Bank Jago Rilis Rapor Kredit, Bantu Nasabah Cek SLIK OJK dan Kelola Utang Lebih Bijak
-
Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran
-
327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen, Apa Penyebabnya?
-
Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi
-
Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM
-
CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi
-
Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia