Bisnis / Energi
Jum'at, 10 April 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz [Suara.com/AI-HD]
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia meningkat pada Jumat (10/4) akibat ketegangan di Selat Hormuz yang masih melumpuhkan jalur pelayaran tangker.
  • Penyusutan kapasitas produksi minyak Arab Saudi terjadi setelah infrastruktur energi utama dihantam serangan rudal dan drone Iran.
  • Gangguan pasokan global ini memicu kekhawatiran kenaikan harga BBM yang berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi dunia secara signifikan.

Selain pipa utama, lapangan minyak Manifa dan Khurais milik kerajaan Saudi juga tidak luput dari sasaran. Beberapa kilang minyak juga dilaporkan menjadi target serangan terbaru, yang semakin memperburuk gangguan pasokan di pasar global.

Bagi Riyadh, rusaknya infrastruktur ini adalah pukulan telak karena mereka sangat bergantung pada jalur darat setelah pengiriman melalui jalur laut menjadi tidak layak akibat ancaman serangan Iran.

Analisis Goldman Sachs: Dampak ke Kantong Konsumen

Meski AS dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Selasa lalu sebagai imbalan atas pembukaan selat, kenyataan di lapangan berkata lain.

CEO perusahaan minyak negara Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi pada Kamis bahwa jalur air tersebut sebagian besar masih tertutup bagi pelayaran komersial.

Data menunjukkan bahwa impor dari wilayah Teluk kini anjlok di bawah 2 juta barel per hari. Dengan waktu perjalanan laut yang membengkak hingga beberapa minggu akibat rute yang memutar, para analis dari Goldman Sachs memberikan proyeksi yang kurang menyenangkan bagi konsumen.

Mereka menilai pembeli minyak dunia mungkin harus mulai mengandalkan stok cadangan (stockpiles) dan mencari sumber pasokan alternatif setidaknya untuk satu bulan ke depan.

Kondisi ini diprediksi akan terus menekan harga bahan bakar di tingkat retail. Jika harga terus melambung, daya beli masyarakat di kota-kota besar bisa mulai tergerus, yang pada akhirnya akan mulai membebani pertumbuhan ekonomi global secara keseluruhan.

Pasar kini hanya bisa menunggu: apakah diplomasi akan benar-benar membuka Selat Hormuz, ataukah harga minyak akan terus membara melewati angka US$ 100 per barel?

Baca Juga: Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon

Load More