-
Iran menutup Selat Hormuz karena serangan Israel ke Lebanon melanggar kesepakatan gencatan senjata.
-
IRGC menyiapkan rute alternatif di Pulau Larak guna menghindari potensi ranjau anti kapal.
-
Teheran berencana membatasi lalu lintas hanya 12 kapal per hari dengan biaya transit khusus.
Suara.com - Stabilitas keamanan di wilayah Selat Hormuz kini kembali berada dalam titik nadir yang sangat mengkhawatirkan.
Pemerintah Iran secara resmi memutuskan untuk menutup kembali jalur pelayaran vital tersebut bagi aktivitas perdagangan internasional.
Langkah drastis ini diambil setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dianggap telah dikhianati secara sepihak.
Pemicu utamanya adalah agresi militer besar-besaran yang dilakukan oleh pihak Israel ke wilayah kedaulatan Lebanon.
Laporan dari Irani Internasional menyebutkan bahwa Iran merasa dikhianati karena komitmen perdamaian tidak dihormati oleh sekutu AS.
Tragedi berdarah terjadi pada Rabu (8/4) saat militer Israel menghujani Lebanon dengan serangan udara yang sangat destruktif.
Operasi militer tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa sebanyak 254 orang serta melukai ribuan warga sipil lainnya.
Teheran beranggapan bahwa perjanjian damai dengan Washington seharusnya otomatis menghentikan segala bentuk provokasi militer terhadap Lebanon.
Namun, pihak Tel Aviv memiliki interpretasi hukum yang berbeda dan mengklaim Lebanon bukan bagian dari perjanjian tersebut.
Baca Juga: Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti
Ketidaksamaan persepsi ini memicu amarah besar dari pihak Iran yang langsung merespons dengan memblokade Selat Hormuz.
Sebelum keputusan penutupan total diambil, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sempat memberikan opsi rute lain.
Jalur navigasi darurat ini dirancang untuk memastikan kapal tanker tetap bisa bergerak tanpa terjebak dalam disrupsi.
Peta terbaru menunjukkan bahwa kapal-kapal dapat memanfaatkan wilayah utara Pulau Larak di kawasan Laut Oman.
Rute ini merupakan pintu masuk yang disiapkan bagi kapal yang ingin menuju ke arah Teluk Persia.
Sebaliknya, arus keluar kapal diarahkan menuju sisi selatan Pulau Larak untuk mencapai perairan bebas di Laut Oman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus