-
Iran mengancam keluar dari gencatan senjata jika Israel terus membombardir wilayah Lebanon.
-
Donald Trump menuntut Iran menghentikan program nuklir dan menjamin keamanan Selat Hormuz.
-
Negosiasi damai dijadwalkan di Pakistan meskipun korban jiwa di Lebanon terus bertambah.
Suara.com - Situasi geopolitik perang di Timur Tengah kembali memanas menyusul ancaman pembatalan kesepakatan damai gencatan senjata antara pihak Iran dan Washington.
Ketegangan ini mencuat setelah tindakan militer Israel di wilayah Lebanon dianggap menjadi pemicu utama keretakan komitmen kedua negara.
Pemerintah Iran secara tegas menyatakan ketidaksenangannya terhadap aktivitas militer yang dilakukan oleh sekutu dekat Amerika Serikat tersebut.
Melalui saluran berita Tasnim, seorang informan penting mengungkapkan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam melihat kondisi di Lebanon saat ini.
Keberlanjutan gencatan senjata kini berada di ujung tanduk karena agresi yang masih terjadi di zona konflik tersebut.
Informan tersebut menegaskan posisi Iran yang siap menarik diri dari komitmen damai jika kekerasan terhadap sekutunya tidak dihentikan.
"Iran akan keluar dari perjanjian jika rezim Israel terus melanggar gencatan senjata dengan menyerang Lebanon," kata sumber tersebut dikutip dari MEMO.
Pernyataan ini mencerminkan betapa rapuhnya kesepakatan yang baru saja disepakati oleh kedua negara yang berseteru tersebut.
Saat ini otoritas di Teheran dilaporkan tengah melakukan evaluasi mendalam terhadap setiap pergerakan militer Israel di lapangan.
Baca Juga: Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF
Mereka memandang bahwa serangkaian serangan udara dan darat ke Lebanon merupakan bentuk pelanggaran nyata yang tidak bisa ditoleransi.
Menurut persepsi pihak Iran, perjanjian yang dimediasi Amerika seharusnya menjamin ketenangan di seluruh front pertempuran tanpa terkecuali.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras melalui platform media sosial pribadinya terkait kepatuhan perjanjian.
Trump tidak segan untuk memerintahkan kembali operasi militer apabila Teheran mencoba mengabaikan butir-butir kesepakatan yang telah dibuat.
"Jika hal itu tidak terjadi, yang mana sangat tidak mungkin, maka serangan akan kembali dilakukan," tulis Trump dengan nada penuh penekanan.
Presiden yang dikenal dengan kebijakan agresif ini menuntut kepastian bahwa Iran tidak akan menyentuh program pengembangan senjata nuklir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Cashback Rp50.000 di Yoshinoya, Syaratnya Bayar Pakai BRImo Aja!
-
Polisi vs Polisi di Palangka Raya: Kanit Reskrim Ribut dengan Kasat Lantas, Satu Orang Luka
-
Hadapi Era AI, Pendidikan Didorong Bentuk SDM Adaptif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Gempa 5,9 Magnitudo Sebabkan Pipa Bawah Tanah Pecah, Bagaimana Kondisi PLTN Jepang?
-
Bukan Soal Substansi, Pengacara Febrie Adriansyah Sebut Praperadilan Hanya Uji Prosedur
-
Estetik ala Pinterest Girl, Berikut 5 Trik Pose dan Filter ala Xu Ruohan
-
BRI Gelar Pemberdayaan UMKM Bersama Aksi Sosial Peduli NTT
-
DPR Tetapkan Sarjito sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Pertama
-
Championship 2026/2027 Resmi Dimulai, PSIS Semarang vs PSPS Pekanbaru Jadi Laga Pembuka
-
Banyak Sosok yang Masih Rangkap Jabatan di Jajaran Manajemen DSI