- Pengamat AEPI menyatakan distribusi beras nasional terhambat pada Maret 2026 akibat minimnya insentif bagi pelaku usaha swasta.
- Kurangnya keuntungan menyebabkan arus distribusi beras dari daerah surplus ke daerah defisit menjadi tidak berjalan optimal.
- Keterbatasan peran Bulog membuat ketahanan pasokan beras nasional kini terancam karena tidak dapat menggantikan peran swasta.
Suara.com - Distribusi beras antarwilayah di Indonesia disebut mulai mengalami hambatan seiring melemahnya insentif bagi pelaku usaha. Kondisi ini dinilai turut berkontribusi terhadap tingginya harga beras di sejumlah daerah.
Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori menilai, gangguan distribusi terjadi karena pelaku usaha tidak lagi mendapatkan keuntungan yang memadai dalam mengelola stok dan mendistribusikan beras.
“Perdagangan antarwilayah macet karena insentif menguasai stok antarmusim tergerus,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (10/3/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat arus distribusi beras dari daerah surplus ke daerah defisit tidak berjalan optimal.
Situasi ini diperparah dengan tekanan harga di tingkat hulu yang membuat pelaku usaha semakin berhati-hati dalam mengambil risiko perdagangan.
“Ini, di satu sisi membuat sejumlah pelaku usaha terlempar dari pasar,” kata Khudori.
Akibatnya, distribusi beras menjadi tidak merata, terutama ke wilayah yang sangat bergantung pada pasokan dari daerah lain. Dalam kondisi tersebut, peran pemerintah melalui Perum Bulog menjadi semakin dominan untuk menjaga pasokan di pasar.
“Dalam kondisi seperti ini, pasokan dan penetrasi beras ke pasar akan lebih banyak mengandalkan Bulog,” ujarnya.
Namun Khudori mengingatkan, kemampuan Bulog memiliki keterbatasan dan tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran pelaku usaha swasta.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik
“Sebesar-besarnya penguasaan beras Bulog, tak mungkin menggantikan swasta,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Terbaru! Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026
-
Pemerintah Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Jemaah Haji Indonesia
-
Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar