- Saham PT Bumi Resources Tbk mengalami tekanan jual asing sebesar 644,5 juta lembar saham di BEI pada Jumat, 10/4/2026.
- Harga saham BUMI tetap menguat 1,64% menjadi Rp248 per lembar berkat aksi beli kuat dari para investor domestik.
- Analis sekuritas merekomendasikan strategi beli saat harga melemah dengan rentang area beli antara Rp235 hingga Rp242 per lembar.
Suara.com - Pergerakan saham emiten batu bara, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), menjadi sorotan utama pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan ini, Jumat (10/4/2026).
Meskipun harga sahamnya menunjukkan tren positif, data pasar menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup besar dari pemodal internasional sepanjang sesi pertama.
Berdasarkan data BEI yang dihimpun melalui Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) dengan volume yang cukup fantastis.
BUMI menempati urutan kedua sebagai saham yang paling banyak dilepas asing dari sisi volume, dengan total mencapai 644.524.200 lembar saham hanya dalam waktu setengah hari perdagangan.
Anomali Pergerakan Harga dan Volume Transaksi
Menariknya, aksi lepas saham oleh investor asing ini berbarengan dengan penguatan harga di pasar reguler. Hingga siang hari, saham BUMI terpantau naik 1,64% ke posisi Rp248 per lembar. Bahkan, memasuki pembukaan sesi kedua, harga saham terus merangkak naik dan sempat menyentuh level Rp250.
Aktivitas perdagangan BUMI terlihat sangat likuid dengan total volume transaksi mencapai 2,56 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 38,5 ribu kali dengan akumulasi nilai transaksi menembus Rp637,6 miliar.
Kondisi ini menunjukkan adanya perlawanan beli yang kuat dari investor domestik yang mampu menyerap tekanan jual dari pihak asing.
Aksi net sell hari ini merupakan kelanjutan dari tren serupa pada perdagangan Kamis (9/4), di mana asing juga melepas saham BUMI dengan nilai mencapai Rp125 miliar. Padahal, sehari sebelumnya atau pada Rabu (8/4), BUMI sempat menjadi primadona setelah diborong asing (net buy) sebanyak 378,6 juta lembar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp1,29 triliun.
Baca Juga: Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?
Proyeksi Analis dan Rekomendasi Teknikal
Melihat fluktuasi yang tajam tersebut, sejumlah sekuritas memberikan panduan teknikal bagi para pemodal yang ingin masuk atau melakukan penyesuaian portofolio pada saham berkode BBRI ini:
1. BNI Sekuritas
Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, menyarankan strategi buy on weakness. Area beli yang direkomendasikan berada pada rentang harga Rp236 – Rp242. Investor disarankan melakukan cut loss jika harga melandai di bawah Rp236, dengan target penguatan terdekat di level Rp248 – Rp252.
2. CGS International Sekuritas Indonesia
Analis dari CGS International menetapkan target harga yang sedikit lebih optimistis di kisaran Rp249 – Rp255. Secara teknikal, area pendukung atau support kuat saham BUMI diidentifikasi berada pada level Rp235 – Rp239.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?
-
Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!
-
Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?
-
Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet
-
Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
-
QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?
-
IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I
-
Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik
-
BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor
-
BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar