- Bursa Efek Indonesia menyuspensi saham ZINC, POLY, dan SKYB pada April 2026 akibat peningkatan harga saham yang tidak wajar.
- Saham ZINC disuspensi karena kinerja keuangan bermasalah, likuiditas rendah, serta telah berada dalam papan pemantauan khusus selama setahun.
- Saham SKYB dihentikan perdagangannya karena belum menunjukkan perbaikan signifikan yang memicu keraguan terhadap kelangsungan usaha perseroan di pasar modal.
Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara (suspensi) beberapa emiten di pasar modal. Hal ini dikarenakan seiring peningkatan saham yang tidak wajar.
Adapun, tiga emiten digembok BEI adalah PT Kapuas Prima Coal Tbk (IDX: ZINC), PT Asia Pacific Fibers Tbk (IDX:POLY) dan PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (IDX: SKYB).
"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," kata Kadiv. Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A dalam keterbukaan Informasi Jumay (10/4/2026).
Sedangkan, PT Kapuas Prima Coal Tbk (IDX: ZINC) juga digembok oleh BEI juga dikarenakan masuk pemantauan khususm
Lantaran emiten ZINC memerlukan perhatian khusus karena kinerja keuangan bermasalah, likuiditas rendah, atau risiko tinggi (harga di bawah Rp51).
Selain itu, saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (IDX: YPAS) pada perdagangan terakhir, Senin (6/4/2026) kemarin, tercatat ditutup menguat 24,46 persen atau naik 340 point ke level 1.730 per saham.
Selanjutnya, Efek Perseroan telah tercatat pada Papan Pemantauan Khusus karena ketentuan III.1.2.
"Peraturan Bursa Nomor I-X sejak tanggal 10 April 2025. Sampai dengan 10 April 2026, Efek Perseroan telah berada dalam Papan Pemantauan Khusus selama lebih dari 1 (satu) tahun berturut-turut. Sehubungan dengan hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk tetap melakukan penghentian sementara (suspensi) Perdagangan Efek PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) di Seluruh Pasar sejak Sesi I Periodic Call Auction hari Jumat, 10 April 2026 hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," tulisnya.
Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghentian sementara perdagangan efek PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB) sejak sesi I periodic call auction, Rabu (8/4/2026) hingga pengumuman lebih lanjut.
Baca Juga: AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham
Pengumuman ini tercatat di papan pemantauan khusus dengan nomor Peng-SPT-00008/BEI.PP2/04-2026.
BEI menjelaskan, penghentian SKYB diambil sebab belum terdapat perkembangan signifikan dari perbaikan yang dilakukan perseroan.
Sehingga memberikan indikasi adanya ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan perseroan dan entitas anak untuk mempertahankan kelangsungan usaha mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis
-
Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek
-
Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan
-
Harga Emas Pegadaian 10 April 2026 Terkoreksi Usai Naik Berturut-turut
-
Adaro Indonesia Terima Penghargaan PROPER Emas Kedelapan
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati