Bisnis / Energi
Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB
Ilustrasi negosiasi AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat dan Iran melakukan negosiasi di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) untuk membahas normalisasi operasional Selat Hormuz.
  • Kegagalan kesepakatan tersebut berpotensi menaikkan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel bagi seluruh negara.
  • Kenaikan harga minyak dunia akan membebani APBN Indonesia akibat membengkaknya biaya subsidi bahan bakar minyak bagi masyarakat.

Menurutnya, jika spesifikasi tidak cocok, maka diperlukan penyesuaian yang membutuhkan biaya tambahan.

Ilustrasi minyak dunia naik [Unsplash/Alex W]

Kemudian impor minyak dari AS membutuhkan biaya logistik yang lebih mahal. Karena jarak dari AS ke Indonesia, lebih jauh dibandingkan dengan negara-negara di Timur Tengah.

"Nah sehingga dari kedua variabel tadi, kalau tetap membeli dari Amerika itu, ya bisa, tetapi harganya jauh lebih mahal dibanding membeli di Timur Tengah," ujar Fahmy.

Fahmy pun memahami bahwa situasi saat menjadi dilematis bagi pemerintah. Di satu sisi harus menjaga APBN, di sisi lain menjaga daya beli masyarakat.

"Nah ini memang pilihan sulit gitu ya, tampaknya pemerintah Prabowo itu lebih mendahulukan meringankan beban rakyat," ujarnya.

Load More