Ilustrasi negosiasi AS dan Iran. (Dok. Suara.com)
Baca 10 detik
- Amerika Serikat dan Iran melakukan negosiasi di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) untuk membahas normalisasi operasional Selat Hormuz.
- Kegagalan kesepakatan tersebut berpotensi menaikkan harga minyak dunia di atas 100 dolar AS per barel bagi seluruh negara.
- Kenaikan harga minyak dunia akan membebani APBN Indonesia akibat membengkaknya biaya subsidi bahan bakar minyak bagi masyarakat.
Menurutnya, jika spesifikasi tidak cocok, maka diperlukan penyesuaian yang membutuhkan biaya tambahan.
Kemudian impor minyak dari AS membutuhkan biaya logistik yang lebih mahal. Karena jarak dari AS ke Indonesia, lebih jauh dibandingkan dengan negara-negara di Timur Tengah.
"Nah sehingga dari kedua variabel tadi, kalau tetap membeli dari Amerika itu, ya bisa, tetapi harganya jauh lebih mahal dibanding membeli di Timur Tengah," ujar Fahmy.
Fahmy pun memahami bahwa situasi saat menjadi dilematis bagi pemerintah. Di satu sisi harus menjaga APBN, di sisi lain menjaga daya beli masyarakat.
"Nah ini memang pilihan sulit gitu ya, tampaknya pemerintah Prabowo itu lebih mendahulukan meringankan beban rakyat," ujarnya.
Komentar
Berita Terkait
-
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
-
14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran
-
Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini
-
Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
-
Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi, Tapi di Bawah USD 100/Barel
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global