- Minyak Brent naik 2,52 persn ke USD 97,14 per barel dan WTI naik 2,72 persen ke USD 96,96, mencerminkan respons pasar terhadap meningkatnya risiko geopolitik.
- Iran menilai AS tidak konsisten dalam komitmen, dengan indikasi pelanggaran seperti serangan di Lebanon, drone di wilayah Iran, dan isu nuklir.
- Eskalasi konflik berpotensi mengganggu distribusi minyak global, meski analis melihat peluang pembelian di tengah harga yang masih di bawah USD 100.
Suara.com - Harga minyak dunia berbalik melonjak lagi pada perdagangan Kamis, 9 April 2026 dipicu oleh tudingan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) atas pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.
Kondisi ini kembali memantik kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik yang berpotensi menghambat distribusi energi global.
Mengutip dari CNBC, harga minyak mentah Brent berjangka internasional untuk pengiriman Juni naik 2,52 persen menjadi 97,14 dolar AS, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka untuk pengiriman Mei naik 2,72 persen menjadi 96,96 dolar AS per barel.
Menyusul anjloknya harga minyak mentah AS ke level terendah sejak empat tahun terakhir, tensi geopolitik kembali memanas.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa Amerika Serikat kembali mengulang pola lama dengan melanggar komitmen dalam kesepakatan gencatan senjata.
"Ketidakpercayaan mendalam yang kita miliki terhadap Amerika Serikat berakar dari pelanggaran berulang-ulang terhadap segala bentuk komitmen, sebuah pola yang sayangnya telah terulang kembali," kata Ghalibaf dalam sebuah pernyataan yang diunggah di media sosial.
Ghalibaf membeberkan tiga poin pelanggaran atas proposal gencatan senjata Iran, yakni berlanjutnya serangan Israel di Lebanon, masuknya drone ke ruang udara Iran, serta penolakan atas hak pengayaan uranium Teheran.
Padahal sebelumnya, Presiden Donald Trump sempat memberikan sinyal positif dengan menyebut proposal tersebut bisa menjadi landasan dialog.
Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa, Gencatan senjata selalu rumit. Vance menegaskan posisi Washington yang tetap menolak aktivitas pengembabangan nuklir oleh Iran. Ia juga mengklarifikasi bahwa kesepakatan yang ada saat ini tidak mencakup wilayah Lebanon.
Baca Juga: 5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
Di tengah menurunnya harga yang saat ini berada di bawah USD 100, Wakil Presiden Pasar Komoditas Rystad Energy, Janiv Shah, menyarankan perusahaan kilang untuk memanfaatkannya dengan melakukan pembelian secara oportunistik.
"Namun, periode transisi itu sendiri dapat menghadirkan tantangan berikutnya. Jika kilang menunda pembelian dengan mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut sementara aliran fisik tetap terbatas, kelangkaan produk dapat memburuk bahkan di tengah de-eskalasi," bebernya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya
-
Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya
-
PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%
-
Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia
-
Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun
-
Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026
-
Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja
-
Program CSR Berdampak Positif, Pertamina Trans Kontinental Raih Indonesia Penghargaan Best CSR 2026