- Fahmy Radhi dari UGM menyatakan kebijakan WFH dinilai tidak efektif menekan konsumsi BBM subsidi bagi pekerja nasional.
- Penerapan WFH berisiko memicu penurunan pendapatan sektor transportasi, UMKM, serta menurunkan produktivitas kinerja di sektor manufaktur.
- Pemerintah tetap menjaga subsidi BBM hingga akhir 2026 demi menjaga defisit APBN tetap stabil saat krisis energi.
Suara.com - Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi menilai untuk mengukur efektivitas sistem kerja work from home atau WFH dalam menghemat bahan bakar minyak (BBM) akan terlihat dari pola konsumsi masyarakat.
"Kalau kebijakan penghematan itu berjalan efektif itu, akan terjadi penurunan (konsumsi) atau minimal tidak bertambah," kata Fahmy saat dihubungi Suara.com pada Sabtu (11/4/2026).
Namun Fahmi menilai kebijakan pengendalian BBM subsidi dengan menerapkan WFH tidak akan berjalan efektif. Terlebih di beberapa daerah WFH diperlakukan pada hari Jumat yang berdekatan dengan hari libur Sabtu dan Minggu.
"Barangkali ASN dan pekerja swasta tidak kerja di rumah pada hari Jumat, tetapi Work From Everywhere (WFE) di tempat wisata sekalian menikmati long weekend sehingga konsumsi BBM tidak dapat dihemat secara signifikan," ujar Fahmi.
Di samping itu, kebijakan WFH juga dinilai berisiko menurunkan pendapatan di sektor transportasi seperti ojek online, serta berdampak negatif pada pelaku UMKM dan warung makan yang biasanya melayani para pekerja.
Kemudian juga di sektor manufaktur berpotensi menghambat produktivitas kerja yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerugian.
"Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan masak-masak dengan menghitung secara teliti cost and benefit WFH-1. Jangan sampai penerapan WFH-1 memberikan manfaat (benefit) penghematan subsidi BBM, tetapi sektor lain yang harus menanggung biayanya," kata Fahmy.
Sebelumnya pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan untuk menghemat BBM di tengah kondisi krisis energi global akibat konflik di Timur Tengah. Antara lain adalah dengan menerapkan WFH untuk menghemat energi.
Pemerintah juga tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kebijakan subsidi BBM telah diperhitungkan secara matang untuk berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia mencapai USD 100 per barel hingga akhir tahun.
Baca Juga: ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik
Dengan asumsi tersebut, defisit APBN dipastikan tetap aman di kisaran 2,9 persen. Sejauh ini sejumlah kebijakan telah diambil pemerintah guna mengendalikan konsumsi BBM subsidi agar tidak berdampak terhadap beban APBN.
Berita Terkait
-
WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas
-
Potret Suasana Gedung DPR saat Penerapan Kebijakan WFH ASN
-
ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama
-
Gus Ipul Ingatkan ASN Kemensos Tetap Absen dan Lapor Kinerja Selama WFH: Ada Sanksi jika Melanggar!
-
Dikecualikan dari WFH, Layanan Perizinan DKI Tetap Normal dan Full WFO
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T
-
Pertamina Impor LPG Setara 15,2 Juta Tabung 3 KG dari Texas
-
Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
-
BRI Raih Predikat Kontributor Pajak Terbesar di Sektor Keuangan, Bersinergi dengan Danantara
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik
-
Konflik AS - Iran Memanas di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 2 Persen
-
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp18.129 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
-
IHSG Sempat Tembus 6.057 Tapi Berbalik Turun, Saham RANS Mulai Dijual
-
Persaingan Bisnis Semakin Sengit, Lion Parcel Bidik Seller Marketplace Lewat Toco
-
IHSG Menuju Target 6.150, Simak Analisis Teknis dan Saham Pilihan