- CEO Indodax William Sutanto menyatakan influencer berperan penting dalam mengedukasi masyarakat terkait aset kripto yang kompleks di Indonesia.
- Program Bulan Literasi Kripto 2026 mendorong kolaborasi influencer untuk memperluas edukasi serta menekan penyebaran informasi keliru bagi publik.
- William menekankan perlunya regulasi ketat untuk mengawasi akun anonim guna menjaga integritas serta melindungi masyarakat dari kampanye negatif.
Suara.com - Peran pemengaruh atau influencer dinilai semakin penting dalam memberikan edukasi sekaligus membentuk persepsi positif masyarakat terhadap aset kripto, seiring meningkatnya konsumsi informasi digital.
CEO Indodax, William Sutanto, menyebut keberadaan influencer menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan industri kripto di Indonesia. Meski demikian, ia menilai tetap diperlukan standar dan batasan yang jelas dalam praktiknya.
"Platform seperti Instagram, YouTube, Twitter, dan lainnya banyak dimanfaatkan oleh para influencer untuk menyampaikan berita. Namun di luar itu, ini juga menjadi ladang bisnis bagi para influencer, karena di dalamnya ada aktivitas pemasaran, distribusi informasi, serta edukasi,” ujar William.
Dalam salah satu sesi Bulan Literasi Kripto 2026, William menilai kontribusi influencer sangat besar dalam mendorong pertumbuhan industri kripto, terutama dalam menjembatani informasi yang kompleks agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kripto merupakan topik yang cukup teknis dan memiliki banyak proyek, sehingga tanpa peran pihak yang memberikan edukasi, informasi yang diterima publik berpotensi tidak tersampaikan dengan baik atau bahkan keliru.
"Ekosistem kripto di Indonesia pun tidak akan berkembang seperti saat ini tanpa kontribusi influenser dan konten kreator yang menggaungkan pasar kripto," katanya.
Meski begitu, William juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap akun anonim yang dinilai berpotensi menyebarkan misinformasi atau melakukan kampanye negatif terhadap industri kripto.
"Seiring berkembangnya industri, mulai muncul akun-akun anonim yang suaranya tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun memiliki pengaruh besar," katanya.
Ia mengungkapkan, dalam sejumlah kasus, termasuk yang dialami Indodax, akun anonim tersebut melakukan pencemaran nama baik dan kampanye negatif yang merugikan perusahaan maupun individu.
Baca Juga: Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya
"Oleh karena itu, diperlukan pengaturan dan pengawasan yang lebih ketat agar ekosistem kripto tetap sehat dan berintegritas," ujarnya.
Menurut William, peran influencer di satu sisi sangat membantu dalam menyebarkan pemahaman kepada masyarakat, namun di sisi lain tetap membutuhkan regulasi yang jelas demi melindungi publik.
Ia menambahkan, dalam konteks aset finansial, selalu ada pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan yang merugikan.
Oleh sebab itu, ia mendukung adanya pengaturan dari otoritas agar industri tetap terkendali dan masyarakat terlindungi.
"Di sisi lain, langkah-langkah edukasi yang dilakukan oleh influenser dan konten kreator tetap perlu berjalan, selama memiliki batasan yang jelas dan tidak merugikan orang lain," katanya.
Sebelumnya, Asosiasi Blockchain Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan menyelenggarakan Bulan Literasi Kripto 2026 yang berlangsung sepanjang April hingga Mei.
Berita Terkait
-
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya
-
CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2
-
Transaksi Kripto RI Anjlok, Apa yang Terjadi?
-
OJK: Harus Ada Sanksi Pidana untuk Financial Influencer di Medsos dalam RUU P2SK
-
Waspada! Malware Android Menyamar Aplikasi Starlink, Bisa Curi Data dan Tambang Kripto Diam-Diam
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat