- Iran menyebar ranjau di Selat Hormuz pada Maret 2026 yang mengakibatkan lonjakan harga minyak dunia akibat terhambatnya pelayaran.
- Iran kesulitan membersihkan ranjau sendiri karena posisi ranjau tidak tercatat akurat dan sebagian sengaja dibiarkan hanyut berpindah.
- Kegagalan menormalkan arus lalu lintas di Selat Hormuz membuat Iran belum memenuhi permintaan Amerika Serikat untuk membuka perairan.
Suara.com - Upaya normalisasi arus lalu lintas di Selat Hormuz terhambat oleh keterbatasan kemampuan Iran dalam mendeteksi kembali ranjau yang mereka sebar. Hal inilah yang menyebabkan Iran belum dapat membuka perairan tersebut untuk pelayaran yang lebih luas.
Mengutip dari The New York Times, Sabtu (11/4/2026), informasi itu disampaikan oleh pejabat Amerika Serikat. Hal itu juga yang membuat Iran belum mampu memenuhi permintaan Presiden AS, Donald Trump untuk kembali membuka Selat Hormuz selama gencatan senjata berlangsung.
Dilaporkan Iran menyebar ranjau-ranjau tersebut pada Maret lalu menggunakan kapal-kapal kecil, usai serangan Amerika Serikat dan Israel ke negaranya.
Pemasangan ranjau tersebut berdampak terhadap arus lalu lintas pelayaran kapal, sehingga berdampak terhadap melonjaknya harga minyak dunia.
Meski demikian, Iran tetap membuka jalur khusus bagi kapal yang bersedia membayar biaya lintas.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pun telah mengeluarkan peringatan mengenai risiko tabrakan ranjau, sementara media semiresmi Iran merilis peta rute yang dianggap aman.
Pejabat AS menyebutkan bahwa rute aman tersebut sangat terbatas karena pemasangan ranjau dilakukan secara sembarangan.
Iran diduga tidak mencatat seluruh titik penempatan ranjau, dan beberapa ranjau yang lokasinya tercatat pun sengaja dipasang agar bisa hanyut atau berpindah posisi.
Sama seperti ranjau darat, membersihkan ranjau laut jauh lebih sulit daripada memasangnya. Militer Amerika Serikat sendiri memiliki keterbatasan dalam pembersihan ranjau dan hanya mengandalkan kapal tempur litoral (littoral combat ships).
Baca Juga: Trump Minta Bagian Tarif Kapal di Selat Hormuz, Picu Sorotan Global!
Di sisi lain, Iran juga tidak memiliki kemampuan untuk membersihkan ranjau dengan cepat, termasuk ranjau yang mereka tanam sendiri.
Sementara itu dilaporkan, delegasi tingkat tinggi Iran telah tiba di Pakistan untuk melakukan perundingan dengan AS.
Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf menegaskan mereka tetap bersikap waspada, dan sama sekali tidak menaruh kepercayaan pada janji-janji manis dari pemerintah AS.
"Dua kali dalam waktu kurang dari setahun, di tengah perundingan, dan meskipun pihak Iran memiliki itikad baik, mereka menyerang kami dan melakukan banyak kejahatan perang,” ungkap Qalibaf mengingatkan kelicikan musuh, dikutip dari Tasnim News, Sabtu (11/4/2026).
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah 'Drama' Trump-Iran
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
-
Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini
-
Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia
-
Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru
-
128 Juta Penumpang Transportasi Pilih Kereta dalam Tiga Bulan