- Satgas PKH menyerahkan dana sebesar Rp 11,4 triliun kepada Kementerian Keuangan di Kantor Kejaksaan Agung pada April 2026.
- Dana tersebut berasal dari denda administratif kehutanan, penyelamatan keuangan negara, serta penerimaan pajak sepanjang awal tahun 2026.
- Menteri Keuangan akan menggunakan dana tersebut untuk menambal defisit APBN serta membiayai program pembangunan pendidikan dan Kejaksaan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa semringah saat mendapatkan dana Rp 11,4 triliun dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Ia bahkan berkelakar Pemerintah makin kaya setelah mengantongi anggaran tersebut.
"Kita makin kaya tuh dapat Rp 11,4 triliun," katanya di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), dikutip Minggu (12/4/2026).
Menkeu Purbaya mengatakan kalau dana tambahan itu akan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tepatnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Nantinya, anggaran tersebut akan dipakai Purbaya untuk menambal defisit APBN yang per Maret 2026 tembus Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya juga merencanakan dana itu untuk program Pemerintah yang sempat kena efisiensi, Kejagung, hingga pendidikan.
"Bisa (tambal defisit). Kita bisa pakai, mungkin sebagian besar untuk program pembangunan yang kemarin kepotong mungkin. Termasuk untuk Kejaksaan, pembangunan sekolah, nanti sebagian juga untuk LPDP, tapi enggak banyak," lanjutnya.
Bendahara Negara mengatakan kalau tambahan dana dari Satgas PKH ini seperti windfall profit atau keuntungan mendadak yang berdampak pada ketahanan anggaran Pemerintah.
Bahkan dia juga optimistis dana semacam ini bakal lebih banyak lagi diperoleh karena Pemerintah terus melakukan penegakan hukum.
“Tapi di pipeline, saya lihat masih akan ada banyak. Ini kan baru Satgas PKH, nanti ada underinvoicing dan lain-lain. Itu bisa banyak nanti dapatnya, karena kami akan menegakkan hukum secara benar-benar ya. Jadi, anggaran aman,” ujar dia.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
Diketahui Satgas PKH menyerahkan uang senilai Rp 11.420.104.815.858 hasil penertiban berupa denda administratif dan penyelamatan keuangan negara ke kas negara.
Mengutip Antara, Jaksa Agung menyampaikan bahwa uang triliunan tersebut merupakan hasil dari penagihan denda administratif di bidang kehutanan oleh Satgas PKH senilai Rp7.230.036.440.742.
Lalu, hasil penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang merupakan penyelamatan keuangan negara atas penanganan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Republik Indonesia pada Januari sampai Maret 2026 sebesar Rp1.967.867.845.912.
Berikutnya, penerimaan setoran pajak dari bulan Januari sampai dengan April 2026 senilai Rp967.779.890.000.
Selanjutnya, pendapatan negara melalui penyetoran pajak PT Agrinas Palma Nusantara sebesar Rp180.574.134.443. Dan terakhir, PNBP yang berasal dari denda lingkungan hidup senilai Rp1.145.847.307.471.
Tag
Berita Terkait
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
-
Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara
-
Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
-
Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini
-
Menaker: PKB Harus Dikawal Ketat, Tantangan Utama di Tahap Implementasi
-
Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz
-
Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya
-
BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi
-
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
-
Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru
-
Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar
-
Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara