- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana SAL pemerintah sebesar Rp300 triliun ke perbankan guna menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.
- Mekanisme invisible hand memaksa perbankan mengoptimalkan fungsi intermediasi dalam menyalurkan dana tersebut ke berbagai proyek yang produktif.
- Pemerintah memberikan kebebasan kepada pihak perbankan untuk menentukan penyaluran dana tanpa harus terikat pada program prioritas tertentu.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bagaimana kebijakan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) milik Pemerintah sebesar Rp 300 triliun ke perbankan untuk menggerakkan ekonomi.
Menkeu Purbaya menyebut kalau kas Pemerintah Rp 300 Triliun itu bekerja dengan cara invisible hand atau tangan tak terlihat. Artinya, injeksi dana Pemerintah itu bakal mendorong bank untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi.
“Kebijakan saya itu memaksa invisible hand berfungsi di sekitar finansial sehingga perbankan akan memilih proyek-proyek yang bagus dan membuat ekonomi bergerak,” katanya, dikutip dari Antara, Minggu (12/4/2026).
Bendahara Negara mengklaim bahwa penempatan dana SAL bukan menargetkan program prioritas pemerintah sebagai fokus utama penyaluran dana. Sebab dia membebaskan perbankan memilih mau dibuat apa anggaran milik negara tersebut.
“Enggak selalu program prioritas. Saya sebetulnya enggak peduli di mana mereka taruh, secara teoritis ya. Tapi, begitu taruh di situ, dia akan menyebar ke sistem perekonomian karena banknya dipaksa oleh invisible hand,” papar dia.
Diketahui Purbaya sudah menempatkan dana SAL sebesar Rp 200 triliun di perbankan saat pertama kali menjabat Menkeu. Beberapa waktu belakangan, ia menambah injeksi dana Rp 100 triliun, yang berarti total kas Pemerintah menjadi Rp 300 triliun.
Berita Terkait
-
Kalau Kamu Bukan HRD atau Calon Mertua, Tolong Jangan Tanya soal Gaji Saya
-
3 Persoalan Masih Jadi Sengketa Amerika Serikat - Iran di Perundingan
-
Geger Beda Data Sawit RI-Singapura: Indikasi Manipulasi Ekspor hingga 'Penyunatan' Harga Terkuak!
-
BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi
-
Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023
-
Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis