Bisnis / Makro
Minggu, 12 April 2026 | 13:35 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan dana SAL pemerintah sebesar Rp300 triliun ke perbankan guna menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Mekanisme invisible hand memaksa perbankan mengoptimalkan fungsi intermediasi dalam menyalurkan dana tersebut ke berbagai proyek yang produktif.
  • Pemerintah memberikan kebebasan kepada pihak perbankan untuk menentukan penyaluran dana tanpa harus terikat pada program prioritas tertentu.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bagaimana kebijakan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) milik Pemerintah sebesar Rp 300 triliun ke perbankan untuk menggerakkan ekonomi.

Menkeu Purbaya menyebut kalau kas Pemerintah Rp 300 Triliun itu bekerja dengan cara invisible hand atau tangan tak terlihat. Artinya, injeksi dana Pemerintah itu bakal mendorong bank untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan saya itu memaksa invisible hand berfungsi di sekitar finansial sehingga perbankan akan memilih proyek-proyek yang bagus dan membuat ekonomi bergerak,” katanya, dikutip dari Antara, Minggu (12/4/2026).

Bendahara Negara mengklaim bahwa penempatan dana SAL bukan menargetkan program prioritas pemerintah sebagai fokus utama penyaluran dana. Sebab dia membebaskan perbankan memilih mau dibuat apa anggaran milik negara tersebut.

“Enggak selalu program prioritas. Saya sebetulnya enggak peduli di mana mereka taruh, secara teoritis ya. Tapi, begitu taruh di situ, dia akan menyebar ke sistem perekonomian karena banknya dipaksa oleh invisible hand,” papar dia.

Diketahui Purbaya sudah menempatkan dana SAL sebesar Rp 200 triliun di perbankan saat pertama kali menjabat Menkeu. Beberapa waktu belakangan, ia menambah injeksi dana Rp 100 triliun, yang berarti total kas Pemerintah menjadi Rp 300 triliun.

Load More