- Harga emas Antam diproyeksikan bisa menyentuh angka Rp 3.100.000 per gram jika harga emas dunia berhasil melewati level psikologis 5.000 dolar AS
- Faktor utama pendorong harga adalah ketidakpastian di Timur Tengah.
- Situasi konflik tersebut diprediksi tidak hanya mengerek harga emas, tetapi juga akan memicu kenaikan harga minyak mentah dan nilai tukar.
Suara.com - Harga emas antam atau logam mulia diprediksi akan mengalami naik turun tajam selama sepekan ini.
Analis Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas dunia berpotensi melonjak signifikan, yang akan mendorong harga emas antam bisa mencapai Rp 3.100.000 per gram.
Menurut Ibrahim, jika terjadi koreksi dalam jangka pendek, harga logam mulia kemungkinan besar akan berada di level Rp 2.780.000 per gram. Namun, pasar saat ini melihat adanya sinyal penguatan yang cukup kuat.
"Jika harganya naik, resistance pertama berada di level 4.897 dolar AS. Ada kemungkinan kenaikan sebesar Rp 20.000 untuk logam mulia, sehingga mencapai Rp 2.880.000 per gram," ujar Ibrahim dalam analisisnya dikutip Senin (13/4/2026).
Kenaikan harga ini didorong oleh faktor fundamental yang krusial, terutama dinamika geopolitik di Timur Tengah. Apalagi, pasar juga tetap waspada terhadap kemungkinan terburuk.
Dalam masa jeda dua minggu tersebut, pihak Amerika Serikat, Israel, maupun Iran diprediksi akan melakukan konsolidasi. Jika gencatan senjata gagal atau tidak diperpanjang, risiko perang terbuka kembali meningkat.
Ibrahim menilai, jika perang terbuka benar-benar pecah, harga emas tetap akan melambung tinggi karena statusnya sebagai aset aman (safe haven).
"Dalam sepekan ini hingga Sabtu pagi, harga emas dunia kemungkinan besar akan melompat di atas level 5.000 dolar AS , tepatnya di kisaran 5.138 dolar AS. Kondisi ini bisa mengerek harga logam mulia ke level Rp 3.100.000 per gram," tambah Ibrahim.
Dalam situasi konflik tersebut, Ibrahim memprediksi tidak hanya harga emas yang akan naik, tetapi juga harga minyak mentah dan nilai tukar dolar Amerika Serikat akan ikut menguat secara bersamaan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 2.857.000 Juta per Gram
"Para investor kini tengah mencermati setiap perkembangan dari meja perundingan guna menentukan langkah investasi di komoditas kuning ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni