- Harga emas Antam turun Rp50.000 menjadi Rp2.850.000 per gram, sementara buyback anjlok Rp59.000 ke Rp2.605.000 per gram.
- Gencatan senjata AS-Iran menekan harga emas global karena berkurangnya permintaan aset safe haven.
- Prospek penurunan suku bunga The Fed dan ketegangan Timur Tengah tetap menjadi faktor utama pergerakan harga emas ke depan.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis,9 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.850.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu berbalik merosot Rp 50.000 dibandingkan Rabu, 8 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.605.000 per gram.
Harga buyback itu ikut anjlok Rp 59.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0.5 Gram: Rp 1.478.688
- 1 Gram: Rp 2.857.125
- 2 Gram: Rp 5.654.100
- 3 Gram: Rp 8.456.088
- 5 Gram: Rp 14.060.063
- 10 Gram: Rp 28.064.988
- 25 Gram: Rp 70.036.655
- 50 Gram: Rp 139.994.113
- 100 Gram: Rp 279.910.030
- 250 Gram: Rp 699.509.413
- 500 Gram: Rp 1.398.808.300
- 1000 Gram: Rp 2.797.576.500
Harga Emas Dunia Melorot
Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan awal sesi Asia, Kamis (9/4/2026), di tengah meredanya tensi geopolitik global.
Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) diperdagangkan di wilayah negatif di sekitar 4.705 dolar AS per ons.
Baca Juga: Harga Emas Galeri 24, Antam dan UBS Naik Dua Hari Beruntun!
Pelemahan ini terjadi setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran yang menenangkan pasar.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan telah setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Analis Marex, Edward Meir, menilai meredanya konflik memberikan tekanan terhadap harga emas.
"Gencatan senjata menenangkan pasar dan mengurangi tekanan. Ini dapat membantu menurunkan beberapa tekanan inflasi dan mungkin membuka pintu bagi penurunan suku bunga Fed, yang menguntungkan emas," kata Edward Meir.
Meski demikian, potensi pelemahan emas diperkirakan tidak berlangsung lama. Pasalnya, ketegangan di Timur Tengah masih belum sepenuhnya mereda, dengan laporan pertempuran sporadis yang masih terjadi, termasuk di Lebanon.
Di sisi lain, emas juga sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir akibat lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi dan menahan langkah bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung kurang diminati ketika suku bunga tinggi.
Namun, risalah pertemuan bank sentral AS atau Federal Reserve menunjukkan bahwa pejabat masih membuka peluang penurunan suku bunga tahun ini, meski ketidakpastian global tetap tinggi.
Para pembuat kebijakan juga menegaskan perlunya bersikap fleksibel dalam merespons dampak perang dan tekanan inflasi yang masih berada di atas target.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Emas di Rumah Jampidsus Lebih Berat dari Emas Monas
-
Kuota Produksi Batubara Akan Ditambah untuk Suap Pembangkit Listrik PLN
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Tambahan Kuota Produksi Nikel
-
Belanja Subsidi & Kompensasi Naik 44% ke Rp 233 T, Purbaya Akui Gegara BBM hingga Pelemahan Rupiah
-
Purbaya Kenang Tragedi Montara 2009, Janjikan Ganti Rugi ke Warga NTT
-
Masa Depan Koperasi di Era Digital Kini di Tangan Gen Z
-
Airlangga Bongkar Proyek Data Center Raksasa, Nvidia hingga Big Tech Masuk RI
-
Tiket Indomaret Fun Run 2026 Bisa Dibeli Lewat BRImo, Ada Diskon Rp 25 Ribu
-
Menko Airlangga Minta Dubes Negara Sahabat Kawal Realisasi Investasi Hasil Lawatan Prabowo